Berita Tanahbumbu

Dinas Pertanian Plot 50 Hektare Lahan Sistem Tumpangsari, 2 kali Tanam Lalu Jagung

Meski Tanbu menjadi satu di antara pemasuk tertinggi padi di Kalimantan Selatan, pengembangan petani tetap harus selalu ditingkatkan.

Dinas Pertanian Plot 50 Hektare Lahan Sistem Tumpangsari, 2 kali Tanam Lalu Jagung
kontan
jagung 

 BANJARMASINPOST.CO.ID BATULICIN - Petani saat ini terus diberikan pembinaan dan penyuluhan untuk mencapai swasembada pangan. Meski Tanbu menjadi satu di antara pemasuk tertinggi padi di Kalimantan Selatan, pengembangan petani tetap harus selalu ditingkatkan.

Dinas Pertanian Tanahbumbu terus melakukan penyuluhan dan memberikan arahan kepada petani dengan rutin terjun ke lapangan. Bahkan, respon cepat juga dilaksanakan dinas tersebut.

Misalnya saja, beberapa waktu lalu, petani sawi yang terkena abrasi pantai langsung turun ke lapangan. Bahkan sehari setelahnya, dia berjanji membantu dan bahkan sudah menyalurkan beberapa alat untuk petaninya.

Tak berhenti disitu, Kepala Dinas Pertanian Tanbu ini juga mengintruksikan agar petani menanam jagung dan kedelai yang disambut positif oleh warga. Dinas tak segan memberikan bantuan bibit jagung untuk membantu petani tersebut.

Baca: Dimulai dari Niat Sholat Gerhana, Begini Cara Mengerjakan Shalat Khusuf Berjamaah

Baca: Hasil Drawing (Undian) 8 Besar Piala Presiden 2018 - Persebaya Vs PSMS, Sriwijaya FC Vs Arema FC!

Nah, baru-baru ini Dinas Pertanian kembali membuat program terobosan yang akan dimulai pada Agustus mendatang. Terobosan yang dimaksud adalah dua kali tanam padi dan kemudian langsung tanam jagung.

"Kami akan programkan pada Agustus mendatang melakukan tanam Tumpangsari. Artinya, menanam padi hingga dua kali panen dan kemudian yang ketiganya langsung menanam jagung atau kedelai," kata Kepala Dinas Pertanian Tanbu, Setia Budi, Rabu (31/1/2018).

Baca: Jadwal Siaran Langsung Babak 8 Besar Piala Presiden 2018 di Indosiar - Panasnya Persebaya Vs PSMS!

Baca: Bos Klub Bawa Pistol ke Ruang Wasit! Ini Cerita Pemain Asal Belanda Saat Main di Indonesia

Sistem itu dilaksanakan dengan tujuan lahan padi yang sudah ditanam dua kali panen tersebut diistirahatkan selama satu kali dengan menanam jagung atau kedelai. Alasannya, bila ketiga kali menanma padi, maka potensi diserang hama lebih tinggi. Sebab itu perlu antisipasi dengan menanam jagung atau kedelai.

"Jadi lahan tadi harus istirahat dulu, kemudian airnya dibuang untuk tanam jagung atau kedelai. Serangan hama akan lebih tinggi bila tidak diistirahatkan dan cara ini untuk merubah mindset petani," katanya.

Dia mengatakan, Agustus mendatang akan menanam 5 ribu hektar di kawasan Pagatan Kecamatan Kusan Hilir untuk pemanfaatan lahan. Namun bila itu tidak bisa direalisasikan makan akan dijadikan percontohan seluas 10 hektar. (Banjarmasinpost.co.id/Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help