Kisah Jalur Tengkorat di Tanahlaut

Kurangi 'Keangkeran' Jalur Tengkorak, Warga Berharap Bantuan Gubernur Kalsel agar Lakukan Ini

Lurah Pabahanan, Wisnu Kuntarto mengaku tidak mau berdiam. Proposal permohonan pengajuan untuk pelebaran jalan sudah dikonsepnya.

Kurangi 'Keangkeran' Jalur Tengkorak, Warga Berharap Bantuan Gubernur Kalsel agar Lakukan Ini
Banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Lurah Pabahanan, Wisnu Kuntarto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menemukan angka kecelakaan lalulintas di wilayah Kelurahan Pabahanan, sebanyak 13 kasus. Itu angka yang diketahui dan dibuatkan laporan polisinya.

Diluar itu sangat mungkin lebih dari 13 kasus. Itu karena para pelaku yang terlibat kecelakaan memilih mediasi penyelesaian damai tanpa melibatkan polisi.

Lurah Pabahanan, Wisnu Kuntarto mengaku tidak mau berdiam. Proposal permohonan pengajuan untuk pelebaran jalan sudah dikonsepnya.

Data dukung pelebaran jalan itu sebagai dari data hasil koordinasi dengan pihak Unit Kecelakaan Lalulintas pada Satlantas Polres Tanahlaut.

Baca: Merinding, Warga Lihat Penampakan Misterius Sering Muncul antara Makam Pahlawan hingga SDN Pabahanan

Baca: Korban Luka dan Tewas Terus Berjatuhan, Kawasan Pabahanan di Tanahlaut Ini Disebut Jalur Tengkorak

Hasil koordinasi dan analiasa bersama pihak terkait seperti dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tanahlaut, bahwa jalur tengkorak itu sepanjang 2,7 kilometer yang perlu dilebarkan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, sasaran tujuan surat permohonan proposal pengajuan pelebaran jalan sepanjang 2,7 kilometer di wilayah Kelurahan Pabahanan.

"Saya mengenal sosok Gubernur Kalimantan Selatan itu ternyata pernah menjadi siswa satu SMP di Banjarmasin. Ibu saya saat itu adalah guru di SMP tersebut," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help