Berita Hulu Sungai Tengah

Pambakal Desa Baru Bilang, Perusahaan Tambang Pernah Bujuk Warga, Tapi Ini yang Terjadi

Baru pada tahun 1990, dipasangi patok, di kebun-kebun karet mereka dan pada 2010, PT AGM melalui perwakilan mereka,

Pambakal Desa Baru Bilang, Perusahaan Tambang Pernah Bujuk Warga, Tapi Ini yang Terjadi
Banjarmasinpost.co.id/hanani
Warga Desa Baru Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, mengangkut batubara yang diambil dari sungai waki, di permukaan sungai tempat batu itu menyembul. Batu bara tersebut mereka manfaatkan sendiri untuk kepentingan pertanian dan peternakan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kepala Desa Baru, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai tengah, M Arsyad menyatakan, jauh sebelum heboh penolakan terhadap penambangan batu bara digaungkan, warga di Desa Baru, yang dikenal dengan Kampung Waki, sudah dengan tegas menolak.

Mereka menolak bujukan perusahaan tambang, yaitu PT Antang Gunung Meratus.
Perusahaan yang juga pemegang PKP2B selain PT Mantimin Coal Mining itu minta persetujuan warga, agar perusahaan tersebut bisa operasional di desa mereka.

“Sampai sekarang pun sikap warga tak berubah. Tetap menolak masuknya perusahaan tambang manapun, mengeksploitasi batu bara di sini. Bahkan masyarakat Dayak Meratus yang bermukim di bagian hulu, juga mendukung sikap masyarakat HST serta pemerintah kabupaten.Komitmen kita menjaga lingkungan dari kerusakan, itu demi kepentingan masyarakat HST umumnya. Kalau kami hanya mikir kepentingan sesaat, sudah habis lahan ini kami jual,” jelasnya.

Baca: Audah Curiga Dengar Suara Air Mendidih, Setelah Dicek Ternyata Mengejutkan

Kades menuturkan, pada tahun 1985, batu bara di desa Baru dan Bukayak sudah diincar PT AGM yang melakukan survei lapangan. Saat itu, memang belum ada penolakan, karena masyarakat tak memahami dampak-dampaknya.

Baru pada tahun 1990, dipasangi patok, di kebun-kebun karet mereka dan pada 2010, PT AGM melalui perwakilan mereka, mencoba mengumpulkan warga, meminta persetujuan.

Tapi saat ini hampir 100 persen warga tak setuju. Warga berharap, lahan yang mereka miliki tetap menjadi lahan pertanian, yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Baca: Warga Desa Baru Manfaatkan Batubara untuk Usir Hama, Begini Caranya

“Kami tidak mau mengorbankan anak cucu untuk kepentingan sesaat. Apalagi, jika wilayah atas ini dibuka,tidak hanya kami yang merasakan. Tapi juga, warga di kota kabupaten,” kata Arsyad.

Banyak aliran sungai yang dilewati sungai waki dan sungai benawa, kata Arsyad berhulu di Pegunungan Meratus Kecamatan Hantakan.

Mengenai pemanfaatan batu bara untuk kepentingan pertanian dan peternakan, Arsyad menyatakan, warga hanya mengambilnya di sungai dimana batu hitam itu sudah menyembul.

“Mengambilnya pun hanya sekedarnya pakai linggis secara manual, tanpa menggali. Ini dilakukan sudah lama, Alhamdulillah tak ada masyarakat yang menambang untuk dikomersilkan,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help