Berita Banjarmasin

Pihak Koperasi TKBM Ini Ingin Duduk Bersama Perusahaan Bongkar Muat untuk Bahas Ini

Rusdiansyah menuturkan sebelumJuni 2017, PT Puradika selalu memenuhi kewajibannya, setelah itu tidak lagi.

Pihak Koperasi TKBM Ini Ingin Duduk Bersama Perusahaan Bongkar Muat untuk Bahas Ini
Banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Ketua Koperasi TKBM, Rusdiansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pihak Koperasi Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Samudera Nusantara mempertanyakan kontribusi mitra kerja mereka yakni pihak perusahaan bongkar muat yang dianggap tak lagi memenuhi kesepakatan kerja.

Ketua Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin Rusdiansyah kepada wartawan, Rabu (31/1/2018) mengatakan bahwa dari tujuh perusahaan bongkar muat hanya satu yang belum membayar kontribusi atau kewajiban kepada mereka yakni PT Puradika.

Padahal hal tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan bersama antara pengurus Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat dengan Koperasi Yang mana ini sesuai dengan Keputusan bersama antara Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Pembinaan Pengawasan ketenagakerjaan dan Deputy Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang dikeluarkan bulan Desember 2011 lalu.

Baca: Warga Pukul Kentongan dan Ungsikan Wanita Hamil Saat Gerhana untuk Usir Raksasa Pemakan Bulan

Dalam pasal 8 SK Bersama tersebut jelas disebut bahwa apapun peralatan yang digunakan untuk bongkar muat harus menggunakan TKBM. Rusdiansyah menuturkan sebelumJuni 2017, PT Puradika selalu memenuhi kewajibannya, setelah itu tidak lagi.

Pihaknya pun telah berupaya memecahkan masalah ini dengan menyurati Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) namun belum ditanggapi.

"Kita berharap semua pihak terkait untuk duduk bersama dalam satu meja untuk mencari jalan keluar yang terbaik,’’jelasnya

Terpisah, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalsel Uzlah yang dihubungi wartawan via telepon mengiyakan hingga kini pihak Puradika dan Koperasi TKBM belum menemui titik temu.

Dikatakan, mungkin karena adanya Peratuan Menteri Perhubungan No.152 tahun 2017 bahwa intinya kegiatan bongkar muat dilakukan pekerja tenaga kerja bongkar muat dan tidak menyebutkan koperasi.

Meski begitu pihaknya berjanji akan memediasi pertemuan antara kedua belah pihak, tersebut. (*)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help