Berita Internasional

Potret 'Ekseskusi' Perang Vietnam Peraih Pengharggan Pulitzer Ini Hantui Fotografernya

Pistol itu masih kokoh berada di tangan si penembak sesaat setelah peluru meluncur ke dalam tengkorak sang tahanan.

Potret 'Ekseskusi' Perang Vietnam Peraih Pengharggan Pulitzer Ini Hantui Fotografernya
AP/Briscoe Center for American History
Image caption Rangkaian foto-foto Eddie Adams menjelang eksekusi Nguyen Van Lem. 

Lem diyakini telah membunuh istri dan enam anak dari salah satu teman Loan. Jenderal itu melepaskan tembakannya.

"Jika Anda ragu, jika Anda tidak melakukan tugas Anda, orang-orang tidak akan mengikutimu," kata sang jenderal tentang aksi spontannya.


AP/Briscoe Center for American History
Image caption Foto ini kemudian dikenal dengan nama Saigon Execution.

Loan memainkan peran penting selama 72 jam pertama Serangan Tet, menggembleng pasukan untuk mencegah jatuhnya Saigon, menurut Kolonel Tullius Acampora, yang bekerja selama dua tahun sebagai perwira penghubung Angkatan Darat AS untuk Loan.

Adams mengatakan kesan pertamanya saat bertemu Loan adalah seorang "pembunuh berdarah dingin dan tidak berperasaan". Namun setelah berkeliling dengannya ke pelosok negeri itu, ia pun mengubah penilaiannya.

"Ia adalah produk Vietnam modern," sebut Adams dalam sebuah surat yang dikirimkan dari Vietnam.

Pada bulan Mei tahun berikutnya, foto tersebut Adams memenangkan penghargaan Pulitzer untuk kategori fotografi berita.

Namun, terlepas dari pencapaian mahakarya jurnalistik dan ucapan selamat dari dari para pemenang Pulitzer lainnya, Presiden Richard Nixon dan bahkan anak-anak sekolah di seluruh Amerika, foto tersebut menghantui Adams.

"Saya mendapat uang karena telah memperlihatkan foto seseorang membunuh yang lain," kata Adams dalam sebuah acara penghargaan selanjutnya. "Dua nyawa melayang, dan saya dibayar untuk itu. Saya adalah seorang pahlawan.


Briscoe Center for American History
Image caption Eddie Adams (kanan) memegang penghargaan Pulitzer.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved