Berita Internasional

Potret 'Ekseskusi' Perang Vietnam Peraih Pengharggan Pulitzer Ini Hantui Fotografernya

Pistol itu masih kokoh berada di tangan si penembak sesaat setelah peluru meluncur ke dalam tengkorak sang tahanan.

Potret 'Ekseskusi' Perang Vietnam Peraih Pengharggan Pulitzer Ini Hantui Fotografernya
AP/Briscoe Center for American History
Image caption Rangkaian foto-foto Eddie Adams menjelang eksekusi Nguyen Van Lem. 

Adams dan Loan tetap berhubungan, bahkan menjadi teman setelah jenderal tersebut meninggalkan Vietnam Selatan menuju ke Amerika Serikat setelah perang berakhir.

Namun setibanya Loan di AS, Dinas Imigrasi dan Nasionalisasi AS ingin mendeportasinya. Tindakan itu dipengaruhi oleh foto tersebut. Mereka mendekati Adams untuk bersaksi melawan Loan, tapi Adams malah bersaksi untuk membantu dirinya.

Adams bahkan muncul di televisi untuk menjelaskan kondisi foto tersebut.

Kongres akhirnya mencabut deportasi tersebut dan Loan diizinkan untuk tinggal di AS, membuka sebuah restoran di pinggiran kota Washington DC yang menyajikan hamburger, pizza dan masakan Vietnam.

Sebuah foto yang terpampang di koran Washington Post waktu itu menunjukkan Loan di usianya yang sudah tua tengah duduk tersenyum duduk di kasir restoran.

Tapi akhirnya ia dipaksa pensiun saat publikasi tentang bisnisnya yang memburuk. Adams ingat bahwa pada kunjungan terakhirnya ke restoran itu, ia menemukan tulisan bernada kasar tentang Loan di dinding toilet.

Hal Buell, editor foto Adams di kantor berita Associated Press, mengatakan bahwa peristiwa Saigon Execution masih berpengaruh 50 tahun kemudian karena foto tersebut, "dalam satu bingkai, sepenuhnya melambangkan kebrutalan perang ".

"Seperti semua ikon, foto ini merangkum apa yang telah terjadi sebelumnya, menangkap momen saat ini dan, jika kita cukup pintar, foto itu menyampaikan sesuatu tentang kebrutalan dalam semua peperangan."

Dan Buell mengatakan bahwa pengalaman itu mengajarkan Adams tentang batas sebuah foto yang menceritakan keseluruhan suatu kisah.

"Eddie mengutip kata-kata yang menyebutkan bahwa fotografi adalah senjata ampuh," kata Buell.

"Fotografi menurut sifatnya selektif, mengisolasi momen tunggal, memisahkan momen dari momen sebelum dan sesudahnya yang mungkin mengarah pada makna yang disesuaikan," imbuhnya.

Adams lantas mengembangkan karier fotografinya, memenangkan lebih dari 500 penghargaan foto jurnalistik dan memotret tokoh-tokoh terkenal termasuk Ronald Reagan, Fidel Castro dan Malcolm X.

Namun, terlepas dari semua yang diraihnya setelah Vietnam, momen fotonya yang paling terkenal akan selalu ada bersama Adams.

"Dua orang meninggal dalam foto itu," tulis Adams setelah kematian Loan akibat kanker pada tahun 1998. "Jenderal membunuh Viet Cong; saya membunuh jenderal dengan kamera saya." (BBC)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved