Berita Nasional

Presiden Jokowi Gundah Melihat Data Ekspor, Suara Meninggi Ancam Tutup ITCP

Kegundahan hati Presiden lantaran melihat data-data ekspor Indonesia dibandingkan negara tetangga masih kalah jauh.

Presiden Jokowi Gundah Melihat Data Ekspor, Suara Meninggi Ancam Tutup ITCP
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Presiden Joko Widodo saat melaksanakan tanya jawab dengan wartawan di Universitas Muhammadiyah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/1/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suara Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggi saat membuka rapat kerja (raker) Kementerian Perdagangan Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Kegundahan hati Presiden lantaran melihat data-data ekspor Indonesia dibandingkan negara tetangga masih kalah jauh.

Ekspor merupakan satu dari dua kunci meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Sudah berulang kali saya sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi negara kita, kuncinya hanya ada dua. Bagaimana kita bisa meningkatkan-menaikkan investasi. Kedua, bagaimana bisa manaikkan-meningkatkan ekspor, hanya itu, enggak yang lain," tutur Jokowi.

Dalam menggenjot ekspor Indonesia, kata Jokowi, Kementerian Perdagangan sangat berperan, tetapi jika melihat data ekspor Indonesia saat ini tertinggal dengan negara-negara yang ada di sekitar Indonesia.

"Ini fakta dan angka itu ada, dengan Thailand kalah kita, dengan Malaysia kalah kita, dengan Vietnam kalah kita, kalau kita terus-terusan seperti ini, bisa kalah dengan Kamboja, Laos, kalah kita semakin kalah," tutur Jokowi dengan nada meninggi.

Baca: Rayuan Maut Yulianto Tio Sebabkan Veronica Tan Tak Bisa Melepaskan Diri Meski Ahok Sudah Memohon

Jokowi kemudian memaparkan data ekspor negara tersebut, yaitu Thailand pada periode 2016-2017 mencapai 231 miliar dolar AS, Malaysia mencapai 184 miliar dolar AS, Vietnam 160 miliar dolar AS, dan Indonesia hanya 145 miliar dolar AS.

"Ini fakta, negara sebesar ini kalah dengan Thailand yang penduduknya 68 juta, Malaysia 31 juta penduduknya, Vietnam 92 juta, dengan resource (sumber daya alam), dengan sumber daya manusia yang sangat besar, kita kalah, ini ada yang keliru, harus diubah," papar Jokowi.

Ditegaskan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang telah dijalankan seharusnya menemukan pasar-pasar baru bagi Indonesia untuk ekspor dan mampu mengatasi kendala yang dihadapi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help