Order Fiktif Taksi Online

Raup Rp 20 Juta Tanpa Bekerja, Grab Car Buru Driver Taksi Online yang Gunakan ‘Tuyul’

Pelaku hanya perlu mengoperasikan ponsel yang telah di-root, tanpa melakukan orderan perjalanan.

Raup Rp 20 Juta Tanpa Bekerja, Grab Car Buru Driver Taksi Online yang Gunakan ‘Tuyul’
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadi Brata, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMANGGI --- Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadi Brata, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak para driver yang melakukan order fiktif atau order tuyul. Pasalnya, tak hanya merugikan pihak Grab, namun juga para mitra pengemudi.

“Ini perlu dilakukan (penindakan) karena tidak hanya rugikan Grab, tapi mitra-mitra pengemudi kami juga diganggu dengan adanya order fiktif,” kata Ridzki, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Dimana dengan order fiktif, mempersulit para driver yang benar-benar bekerja. Sementara para pelaku hanya perlu mengoperasikan ponsel yang telah di-root, tanpa melakukan orderan perjalanan, bisa meraup hingga Rp 20 juta per bulan.

Baca: Raup Rp 20 Juta Tanpa Bekerja, Grab Car Buru Driver Taksi Online yang Gunakan ‘Tuyul’

Baca: Wanita Ini Temukan Bra dan Pakaian Pria di Bawah Ranjang Kekasihnya, Faktanya Sangat Mengejutkan!

“Kami bisa deteksi driver yang hp-nya sudah di-root dan menggunakan fake GPS. Kami dan pihak kepolisian akan buru dan tindak tegas mereka,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 12 orang diringkus oleh Tim gabungan Subdit Ranmor Ditreskrimum dan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ), Rabu (24/2/2018) di Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Mereka ditangkap karena telah melakukan orderan fiktif Grab Car atau yang kerap disebut orderan tuyul.(*)

Berita ini telah tayang di Warta Kota berjudul: Grab Car Terus Buru Driver Taksi Online yang Gunakan ‘Tuyul’

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help