Berita Hulu Sungai Tengah

Warga Desa Baru Manfaatkan Batubara untuk Usir Hama, Begini Caranya

Tersedianya potensi batu bara di Kecamatan Hantakan dan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah ternyata sudah lama diketahui warga di kedua kecamatan

Warga Desa Baru Manfaatkan Batubara untuk Usir Hama, Begini Caranya
Banjarmasinpost.co.id/hanani
Warga Desa Baru Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, saat mengambil batubara menggunakan linggis di permukaan sungai tempat batu itu menyembul. Batu bara tersebut mereka manfaatkan sendiri untuk kepentingan pertanian dan peternakan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tersedianya potensi batu bara di Kecamatan Hantakan dan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah ternyata sudah lama diketahui warga di kedua kecamatan tersebut.

Warga kini bahkan bisa mengambil ‘emas hitam’ tersebut tanpa menambang dan merusak alam. Ini karena mereka dengan mudah mengambilnya dipermukaan sungai, yang berhulu di Pegunungan Meratus Kecamatan Hantakan tersebut.

Kamis (1/2/2018), BPost Online bersama Kades Baru, M Arsyad mengikuti Ansari dan Abdulrahman melakukan pengambilan batu bara di Sungai Batutangga yang letaknya berada di perbatasan Desa Baru Kecamatan Batubenawa dan Desa Bulayak Kecamatan Hantakan.

Hanya bermodal linggis dengan panjang sekitar satu meter, Abdul Rahman dengan mudah mencongkel batu bara di permukaan sungai, yang secara kasat mata terlihat menghitam tersebut.

Baca: Heboh Penampakan Awan Berlafaz Allah Saat Gerhana di Tabalong, Ini Kesaksian Warganet Setempat

Sekitar 15 menit, satu karung kecil pun sudah penuh. “Batu ini kami gunakan untuk merabun padi di sawah,”jelas Abdul Rahman, yang juga ketua RT Desa Baru.

Marabun adalah membakar batu bara yang diambil dari sungai, hingga menghasilkan panas dan asap yang cukup tebal dan tahan lama.

Tujuannya, dengan bau asap yang mengepul dari batu hitam tersebut, kata Rahman, segala hama tanaman merasa tidak nyaman, lalu menjauh dari tanaman padi.

Baca: Audah Curiga Dengar Suara Air Mendidih, Setelah Dicek Ternyata Mengejutkan

Rata-rata petani di desa itu, menggunakan cara tersebut untuk mengusir hama, ketimbang menggunakan obat pestisida. “Terbukti lebih efektif, tanpa biaya,” jelas Rahman.

Selain untuk pertanian, batu bara juga digunakan warga Baru yang dikenal dengan Kampung Waki ini, untuk peternakan. Selain untuk menghangatkan kandang ternak ayam pedaging dan ayam broiler, juga untuk menghangatkan kandang ternak sapi.

Rahman menyatakan, warga mengambil sekedarnya batubara, hanya untuk kebutuhan pertanian dan peternakan, tak lebih dari itu. Walaupun secara komersil mereka mengetahui batu bara bernilai ekonomis, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan dan keseimbangan alam, sangat tinggi.

Terbukti tak ada penambangan ilegal di desa tersebut, karena warga turut mengawasi lingkungan tempat tinggal mereka. (banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help