Berita Kotabaru

Gawat! Kotabaru Mulai Krisis Air Bersih, PDAM Terpaksa Lakukan Ini

Agar distribusi air bersih tetap merata, mulai 1 Februari lalu, PDAM terpaksa memberlakukan sistem bergiliran 24 jam

Gawat! Kotabaru Mulai Krisis Air Bersih, PDAM Terpaksa Lakukan Ini
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Krisis air bersih mulai dirqsakan 2.000 pelanggan PDAM Kotabaru, khususnya mereka terlayani instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Perak dan Gunung Pemandangan. Menyusul menyusutnya air baku di DAM yang disuplai ke dua IPA tersebut.

Agar distribusi air bersih tetap merata, mulai 1 Februari lalu, PDAM terpaksa memberlakukan sistem bergiliran 24 jam kepada untuk dua wilayah layanan IPA gunung Perak dan Pemandangan.

Meliputi wilayah-wilayah antara lain, jalan H Agus Salim, Hasanudin, Mongosidi, P.K Negara, Suryaganggawangsa, Sisingamangaraja, Jend Sudirman, Yos Sudarso, Slamat Riadi, dan Pangeran Kacil.

Baca: Tersandung Kasus Korupsi, Ternyata Harta Zumi Zola Segini, Ini Rinciannya

Sedangkan layanan IPA gunung Perak meliputi wilayah antara lain, jalan Putri Zaleha, Karya Bersama (gunung Tempurung), Teluk Bayur, Selokayang, Panorama dan Kenanga.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah mengatakan, air baku gunung Perak dan mengecil katena tangkapan air hanya berupa Dam kecil sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan layanan IPA.

"Maka dari itu harapan masyarakat terealisasinya rencana pembangunan embung gunung Perak tahun 2018 ini," kata Ipansyah.

Sementara IPA gunung Pemandangan menglami krisis air baku, saat ini terpaksa harus disuplai air bersih dari IPA gunung Relly dengan menggunakan pompa.

Akibatnya, kata Ipansyah, kini untuk layani gunung Relly juga terdampak terhadap distribusi ke pelanggan. Karena tekanan berkurang, sebab harus membagi distribusi ke IPA gunung Perak dan Pemandangan.

Baca: Hasil Perempat Final India Open 2018 - Ahsan/Hendra Jumpa Marcus/Kevin di Semifinal

"Intinya karena air baku kita masih kurang. Kita masih harus membangun minimal tiga embung lagi dalam 3-4 tahun kedepan," katanya.

Ipansyah Khawatir, kalau penurunan debit air baku gunung Perak dan Pemandangan terus menurun maka layanan gunung .Relly juga akan digilir. (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help