Home »

Kolom

» Tajuk

Guru Bakal Susah Bolos

Kemajuan zaman memang makin mempermudah siapa pun, termasuk para guru.

Guru Bakal Susah Bolos
BPost Cetak
Ilustrasi 

KEHADIRAN guru sebagai tenaga pendidik dipastikan bakal makin penuh warna. Kini, mereka tak lagi terkesan ‘gagap teknologi’ karena untuk presensi kehadiran pun akan mereka lakukan secara online lewan perangkat smartphone.

Ya, Kementerian Pendidikan telah meluncurkan Daftar Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan (DHGTK) secara online agar mudah memantau kehadiran dan kinerja para guru hingga level daerah terpencil.

Tujuannya, agar kehadiran mereka bisa segera diganjar oleh pembayaran tunjangan profesi yang diberlakukan secara nasional, dan segera dibayarkan kepada guru yang bersangkutan.

Kemajuan zaman memang makin mempermudah siapa pun, termasuk para guru. Namun, niat Kementerian Pendidikan menggunakan aplikasi berbasis jaringan internet itu tak bisa serta merta dilaksanakan.

Pasalnya, tidak semua wilayah di Indonesia telah dilayani jaringan internet. Akibatnya, niat memantau kinerja para guru pun terkendala. Khususnya para tenaga pengajar yang berada di daerah terpencil dan tak terjangkau jaringan internet.

Kendala lainnya, ada beberapa guru yang mengaku kalau mereka tidak memiliki smartphone, sebagai syarat bisa mengunduh aplikasi berbasis Android itu di handphone mereka.

Akibatnya, sang guru dan beberapa rekannya yang tidak memiliki smartphone kesulitan melakukan presensi kehadiran bekerja secara online. Padahal, presensi itu lah penentu besarnya tunjangan profesi yang akan mereka peroleh nantinya.

Tentu, kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan itu mengharuskan semua guru tidak gagap teknologi, agar mereka secara mudah mengakses aplikasi tersebut. Paling tidak, guru ‘gaptek’ tidak malu belajar dan bertanya bagaimana mengoperasikan aplikasi tersebut.

Harapannya, kehadiran aplikasi ini makin mensejahterakan para guru di Indonesia dan diharapkan berimbas pada meningkatnya kinerja mereka memintarkan anak bangsa, sebagai generasi penerus negeri ini.

Tapi, bagi guru yang suka ‘ngakali’ kinerja mereka selama ini, kehadiran aplikasi ini tentu makin memberatkan langkah mereka untuk bermalas-malasan. Pasalnya, tak hanya kepala sekolah yang mampu memantau, dinas hingga kementerian bisa melihat kinerja mereka secara detail.

Tentu saja efektivitas program ini akan sesuai harapan kalau atasan yang langsung memantau kinerja para guru juga mampu memberikan motivasi, sekaligus melakuan tindakan segera apabila ditemukan hal-hal yang merugikan.

Kini tinggal instasi dan pihak terkait yang memperjuangkan agar blank spot jaringan internet yang masih ada di Kalimantan Selatan segera dibenahi. Paling tidak, meski agak lelet, jaringan internet masih bisa dipergunakan hingga ke pelosok.

Harapannya, selain untuk mempermudah para guru melakukan presensi kehadiran mereka, jaringan internet yang masuk hingga ke pelosok bisa memudahkan mereka mengambil ilmu pelajaran guna diterapkan kepada anak didiknya. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help