BanjarmasinPost/

Berita Internasional

Wacana Trump Soal "Bloody Nose" ke Korut Ditentang Menteri Utamanya karena Hal Ini

Berbagai sanksi ekonomi telah diberikan Amerika Serikat ( AS) dan PBB kepada Korea Utara ( Korut).

Wacana Trump Soal
(Reuters/AFP/Mirror)
Korut ancam serang pangkalan AS di Jepang, bahkan bisa terjadi bencana Hiroshima dan Nagasaki seperti saat Perang Dunia II.(Reuters/AFP/Mirror) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON DC - Berbagai sanksi ekonomi telah diberikan Amerika Serikat ( AS) dan PBB kepada Korea Utara ( Korut).

Namun, negeri komunis tersebut tetap kukuh dalam mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Karena itu, Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melakukan serangan "Bloody Nose" kepada Korut.

Newsweek melansir Kamis (1/2/2018), Bloody Nose adalah wacana untuk mengirim operasi militer skala kecil ke Korut.

Secara jumlah, kebijakan tersebut tidak akan berimbas kepada deklarasi perang. Namun, efektivitas serangan tersebut diyakini bisa memaksa Korut melakukan denuklirisasi.

Wacana untuk melakukan "Bloody Nose" tersebut langsung membuat Gedung Putih terbelah.

Baca: Benarkah Pemimpin Korut Kim Jong Un Ingin Berdamai dengan Donald Trump, Ini Analisis Pengamat

CNN melaporkan, penasihat keamanan nasional, HR McMaster langsung menyatakan persetujuannya.

Dalam pandangannya, McMaster menyatakan bahwa mereka harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa sejak awal Korut tidak berniat untuk menggelar negosiasi damai.

"Mungkin, ini adalah waktu yang tepat untuk memberi Korut pelajaran lewat kekuatan kami," tegas McMaster.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help