Esai Zulfaisal Putera: Guru (Ber)Budi

Bahkan pengajaran boleh disampaikan pada tahun dan situasi apa pun, kehadiran siswa berkecenderungan ‘nakal’ tetap mewarnai dan mengancam.

Esai Zulfaisal Putera: Guru (Ber)Budi
istimwa
Zulfaisal Putera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terlahir dari seorang ibu yang berprofesi guru dan akhirnya saya juga menjalani profesi itu hingga 22 tahun 10 bulan, telah banyak memberi pengalaman hidup bagi saya.

Menjadi guru itu sungguh luar biasa, itu yang saya rasakan. Sejak awal diangkat, saya sudah menjadi guru SMA. Perbedaan usia saya sebagai guru dengan siswa 7 tahunan. Saya 25, siswa 17.

Dengan perbedaan usia guru dan siswa yang sejengkal itu, pasti sangat rentan gesekan. Sebagai orang yang masih muda, tetapi sudah menjadi guru, tentulah akan menampilkan kesan berwibawa dan berpengetahuan.

Sementara, siswa yang sudah remaja mulai menunjukkan identitas dan eksistensinya. Dua kepentingan yang memang harus saling menunjang.

Ditempatkan di sekolah yang baru, SMA Negeri 10, di Tembus Mantuil, merupakan tantangan tersendiri. Siswanya kebanyakan berasal dari kampung Kelayan dan Pekauman, yang saat itu, tahun 1993, di kenal sebagai kampung Texas.

Kesannya menakutkan. Tahun-tahun pertama yang dilakukan kami para guru, salah satunya mengubah kebiasaan segelintir siswa yang sekolah bawa pisau.

Tentu pengalaman menjadi guru di lingkungan semacam ini pada masa itu juga dialami oleh banyak guru di daerah lain. Takperduli sekolah di kota, di desa, apalagi di pedalaman.

Tantangan mengajar dan mendidik siswa dengan karakter dan strata sosial dan lingkungan berbeda merupakan keasyikan tersendiri. Dan pasti ini tidak seperti membalik telapak tangan.

Menteri pendidikan boleh siapa saja, kurikulum boleh seperti apa saja, pola pengajaran boleh dengan gaya bagaimana pun, fasilitas sekolah boleh secanggih apa pun, penampilan guru boleh selembut atau segarang apa pun.

Bahkan pengajaran boleh disampaikan pada tahun dan situasi apa pun, kehadiran siswa berkecenderungan ‘nakal’ tetap mewarnai dan mengancam.

Halaman
12
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved