Berita Kotabaru

IPKH PT Silo Tak Diproses Dishut Kalsel, Karyawan Kontrak Ini Terpaksa Kembali Jadi Penyadap Karet

Walau hanya sebagai karyawan kontrak dengan penghasilan Rp 3 juta, Junaidi bersyukur bisa menghidupi keluarga.

IPKH PT Silo Tak Diproses Dishut Kalsel, Karyawan Kontrak Ini Terpaksa Kembali Jadi Penyadap Karet
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Alat pembersihan bijih besi PT Silo berhenti beroperasi. Terlihat lengang, hanya bangunan yang tampak masih berdiri. Padahal ratusan warga lokal bekerja di bagian ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Meski hanya berstatus karyawan kontrak, dengan gaji Rp 3 juta perbulan lebih dari cukup.

Bagi Junaidi, penghasilan itu bisa bertahan hingga satu bulan untuk keperluan istri dan seorang anaknya masih berumur balita.

Walau hanya sebagai karyawan kontrak dengan penghasilan Rp 3 juta, Junaidi bersyukur bisa menghidupi keluarga.

Namun, sejak 7 bulan terakhir penghasilan lebih dari cukup itu tidak lagi bisa dinikmati Junaidi, salah satu dari ratusan karyawan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (Silo) Pulau Sebuku, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca: Hasil Semifinal India Open 2018, Marcus/Kevin Melaju Ke Final Usai Atasi Ahsan/Hendra

Akibat PHK, dampak tidak diprosesnya izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) perusahaan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dan tak kunjung ada kepastian.

Memaksa Junaidi kembali bekerja sebagai penyadap karet. Bahkan, tidak jarang, ia juga bekerja serabutan.

Karena penghasilan menyadap karet Rp 700 ribu perbulan jauh dari cukup. Selain untuk biaya makan, hasil keringat dari menyadap juga digunakan membayar rumah sewaan.

"Apalagi anak saya tidak menyusu dengan ibunya. Jadi harus membeli susu kaleng. Bila habis menyadap, ada pekerjaan lain tetap dikerjakan untuk penghasilan tambahan," kata Junaidi asal warga lokal Pulau Sebuku kepada BPost Online.

Baca: Hasil Akhir Persebaya vs PSMS Medan : Dramatis, Menang Adu Penalti PSMS Lolos ke Semifinal

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved