BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Tangkap Terduga Teroris

Ketiga orang yang diduga teroris tersebut, bernama Waluyo alias Ageng, Lukman alias Toro dan Zaenal.

Tangkap Terduga Teroris
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

LAGI, Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri, menangkap tiga orang terduga teroris di Jalan Secang Km 03, Dusun Bengkal, Temanggung, Jawa Tengah sekitar pukul 09.00 WIB. (Densus Ringkus 3 Penjual Sepatu: Satu Terduga Teroris Ditangkap di Banyumas, BPost, 2/2/2018).

Ketiga orang yang diduga teroris tersebut, bernama Waluyo alias Ageng, Lukman alias Toro dan Zaenal. Ketiganya diketahui warga sebagai penjual sepatu di toko grosir di pinggir Jalan Secang, jalan yang menghubungkan Temanggung dan Magelang.

Densus 88, menyita sejumlah barang bukti yang dibawa tersangka. Barang bukti itu, antara lain enam buah flashdisk (alat penyimpan data), satu buah dompet, dua buah kartu ATM dan uang senilai Rp 28,289 juta.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius menyatakan penangkapan tiga terduga teroris itu, sudah dibidik sejak lama. Selain di Temanggung, tim Densus 88, juga menangkap satu terduga teroris di Banyumas, Jawa Tengah.

Terduga teroris berinisial S itu, diduga terlibat kelompok teroris yang berangkat ke Filipina Selatan. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di Kelurahan Pasirkidul, Kecamatan Purwokerto Barat.

Dari keterangan warga di lokasi penangkapan dan tempat tinggal mereka, tidak ada hal-hal yang mencurigakan terhadap tiga orang yang tertuga teroris tersebut. Bahkan di antara mereka, ada pemuda putus sekolah yang saat itu duduk di bangku sekolah dasar.

Inilah fakta, sehingga membuat miris sebagian warga. Begitu mudahnya mereka ikut-ikutan kelompok yang cenderung pada perbuatan teror. Apalagi, jika dikaitkan pemahaman mereka terhadap kelompok yang mengarah kepada terorisme.

Teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Sedangkan teroris, orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik; gerombolan ... (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kalau dikaitkan dengan pemaknaan jihad, tentu sangat jauh. Sebab, jihad dalam KBBI disebutkan, usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa dan raga; dan seterusnya.

Dengan demikian, bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang tidak lain adalah nilai-nilai kebaikan. Sungguh sangat disayangkan, makna tersebut dinodai oleh sekelompok orang yang menamakan gerakan jihad.

Akibat dangkal pemahaman demikian, menjadi ancaman dalam kehidupan orang banyak. Memang, secara individu yang taat beragama merasakan kenikmatan beragama, namun pengalaman keagamaan belum sepenuhnya bisa dilaksanakan dan benar.

Buktinya, masih banyak perilaku yang bertentangan dengan akhlak, etika, moral dan hukum yang berlaku. Sehingga, perlu penanaman kembali nilai-nilai bagi terwujudnya masyarakat dan anak bangsa yang baik.

Yang jelas, teroris cenderung melakukan perusakan terhadap fasilitas umum, membinasakan warga sipil. Itu bukan jihad, sebab melakukan serangkaian aksi teror. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help