Ekonomi dan Bisnis

Garuda Indonesia Pakai Sistem Transaksi Bloomberg Kelola Biaya Bahan Bakar, Ini Kelebihannya

Keunggulan sistem itu adalah membuat perusahaan dapat mengakses harga dan bertransaksi secara real-time.

Garuda Indonesia Pakai Sistem Transaksi Bloomberg Kelola Biaya Bahan Bakar, Ini Kelebihannya
Surya
Penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari Banyuwangi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengumumkan kerja sama dengan Bloomberg untuk pemakaian sistem transaksi komoditas elektronik (RFQC) dalam hal hedging bahan bakar.

Keunggulan sistem itu adalah membuat perusahaan dapat mengakses harga dan bertransaksi secara real-time. Selain itu risiko operasional yang dapat terjadi di dalam proses transaksi tender manual pun jadi berkurang.

"Mengingat bahwa bahan bakar mencakup 25-40 persen dari biaya operasional Garuda, tentunya mengelola biaya bahan bakar secara proaktif dengan cara hedging akan meningkatkan daya saing perusahaan," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Helmi Imam Satriyono melalui keterangan resminya, Senin (5/2/2018).

Baca: OJK Resmi Cabut Izin Usaha AXA Life Indonesia Dicabut, Begini Nasib Nasabahnya

Dia menambahkan, semua rekap transaksi akan tersedia secara elektronik pada Bloomberg sehingga perusahaan bisa lebih mudah mengelola peserta tender.

Selain itu tender juga dapat memberikan tawaran harga dan bertransaksi dalam sebuah platform yang adil dan aman.

"Dengan mengimplementasikan teknologi Bloomberg RFQC dalam mengubah proses hedging bahan bakar jet, kami dapat menghemat biaya dan waktu," imbuhnya.

Baca: Deposito di Mayban, Nasabah Bisa Tempatkan pada Berbagai Mata Uang

Adapun Bloomberg RFQC adalah platform elektronik bebas biaya komisi untuk transaksi komoditas dan hedging.

Platform ini tersedia untuk para pelanggan Terminal dan memungkinkan perusahaan untuk menerima dan mencatat harga secara real-time dari peserta tender pilihan, melaksanakan, mengkonfirmasi perdagangan, dan mengintegrasikan data transaksi ke dalam sistem treasuri, manajemen risiko, dan juga sistem back office. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved