Berita HSU

NEWSVIDEO: Wah, Warung Remang-remang Di Desa Tayur HSU Dibongkar Paksa Satpol PP

Warung miliknya memang diduga merupakan warung remang remang yang juga menyediakan makanan dan minuman.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Otoh, warga Desa Tayur Kecamatan Amuntai Tengah hanya pasrah melihat bekas warung dan rumah miliknya dibongkar oleh Satpol PP HSU, TNI dan Polri.

Warung miliknya memang diduga merupakan warung remang remang yang juga menyediakan makanan dan minuman.

Bagian depan bangunan sudah dibongkarnya sendiri, dan dirinya sempat meminta toleransi agar bagian belakang tidak dibongkar dan akan menggantinya dengan rumah untuk tempat tinggal. "Saya sudah memasang listrik dan rencananya akan digunakan sebagai rumah untuk tempat tinggal," ujarnya saat bernegosiasi dengan aparat.

Sayang keinginannya itu tak dipenuhi dan tetap dilakukan pembongkaran. Otoh juga meminta ganti rugi untuk pembongkaran sebesar Rp 400 ribu yang juga tak dikabulkan karena sesuai hasil keputusan pembobgkaran dilakukan tanpa adanya ganti rugi.

Baca: Ditangkap Polres Tala, Ratusan Botol Miras Gagal Edar di Wilayan Pagatan Kusanhilir, Tanahbumbu

Selain warung milik Otoh masih ada satu rumah lagi yang dibongkar oleh aparat. Sedangkan delapan lainnya dibongkar sendiri oleh pemilik warung, Senin (05/02/2018).

Dinas Perhubungan HSU juga melakukan penjagaan lalu lintas sehingga tidak ada pengguna jalan yang berhenti untuk melihat eksekusi. Sebelum melakukan pembongkaran paksa, Satpol PP HSU telah memberikan pembinaan kepada pemilik warung untuk mengenakan pakaian yang sopan saat melayani pembeli dan tidak buka hingga tengah malam.

"Tiga bulan lalu kami sudah lakukan pembinaan, untuk lebih sopan, pembatasan jam buka, hingga tidak menjadi tempat transaksi jual beli barang terlarang, namun sayangnya hal tersebut tidak digubris," ujar Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar HSU Akhmad Redhani Effendi.

Baca: Beredar Video Siswa Dipukuli Beramai-ramai, Anggap Pengecut, Pemilik Akun Minta Polisi Usut Pelaku

Akhmad Redhani kepada BPost menambahkan bahwa sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama agar pembongkaran bisa dilakukan sendiri, sehingga bahan bangunan bisa dimanfaatkan kembali oleh pemilik. Dan saat surat peringatan ketiga telah diberikan maka tersisa dua warung yang masih belum dibongkar hingga dilakukan bongkar paksa.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help