Techno

Hore, Jangkauan Internet di Kapuas Makin Luas, di Sini Spot-spotnya

Tekad kuat Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat agar seluruh desa di wilayah Kabupaten Kapuas dapat terhubung internet, langsung

Hore, Jangkauan Internet di Kapuas Makin Luas, di Sini Spot-spotnya
via TRIBUNKALTENG.com/jumadi
(Foto: Ist) Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, didampingi Sekretaris Diskminfo Suwarno Muriyat dan Kabid E-Goverment Nazmiannoor bersama Asprila Wardhana Bagian Teknis USO di Kantor PusatBadan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kemenkominfo Jakarta Senin (5/2) siang

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Tekad kuat Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat agar seluruh desa di wilayah Kabupaten Kapuas dapat terhubung internet, langsung mendatangi lembaga teknis Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengurusi penyedian internet di daerah terpencil, yakni Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) di Jakarta, Senin (5/2/2018) sore kemarin.

Bupati Kapuas, Selasa (6/2/2018) mengatakan, mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas, terutama 37 desa yang belum terjangkau internet menyampaikan usulan pembangunan BTS (Base Transceiver Station) dan mohon dapat terealisasi pada tahun 2018 ini.

Baca: Link Live Streaming Badminton Asia Championship 2018 : Tim Thomas Indonesia Tanding Jam 18.00 WIB

Baca: Krisdayanti Pamer Foto Glamor, Netizen Malah Tanggapi Begini

"Kami juga mengucapkan terima kasih karena pada tahun 2017 telah dibangun sebanyak 6 (enam) menara BTS, seperti di Desa Sei Pinang, Jakatan Pari, Supang, Kaburan dan Desa Muroi Raya," tutur Ben.

"Sedangkan di Desa Palangkau Baru kini telah mencapai 80 persen, keterlambatan terjadi karena beberapa waktu lalu lokasi BTS terdampak banjir kiriman," lanjutnya.

Direktur Infrastruktur Bakti, Dhia Anugrah Febriansyah, didampingi Asprila Wardhana Bagian Teknis USO (Universal Service Obligation) mengatakan, keenam menara BTS setelah selesai didirikan akan serentak dipasang perangkat dan jaringannya, sehingga segera berfungsi.
Dhia Anugrah menambahkan bahwa BTS yang dibangun merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika kepada publik.

Baca: Perempuan Misterius ini Dapat Pujian Gubernur Anies Lantaran Tak Tidur Sampai Pagi, Ini Dia Sosoknya

Tujuannya, untuk mengurangi kesenjangan digital di daerah, khususnya daerah pedesaan, tertinggal, dan terluar, yang secara ekonomi sulit dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi komersial.

Terkait usulan 37 desa, Dhia berjanji memperjuangkan dalam forum rapat penetapan lokasi.

Namun ia minta agar Pemkab Kapuas membuat urutan prioritas desa karena permintaan seluruh Indonesia meningkat pesat juga pelaksanaannya. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Jumadi
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved