Berita Tanahlaut

Warga Desa Alur Kecamatan Jorong Pertanyakan Sertifikat Lahannya

Warga Desa Alur Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut mengeluhkan penerbitan sertifikat lahan eks transmigrasi 1980 silam tidak

Warga Desa Alur Kecamatan Jorong Pertanyakan Sertifikat Lahannya
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahlaut, Ahmad Yani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Desa Alur Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut mengeluhkan penerbitan sertifikat lahan eks transmigrasi 1980 silam tidak kunjung terbit.

Keluhan warga itu dikatakan Kepala Desa Alur, Dwi Supriyanto yang kedapatan usai mendatangi loket pelayanan informasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahlaut, Selasa (6/2/2018).

Menurut Dwi Supriyanto, keberadaannya di Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahlaut untuk memastikan kabar penerbitan sertifikat lahan warganya.

Baca: Link Live Streaming Badminton Asia Championship 2018 : Tim Thomas Indonesia Tanding Jam 18.00 WIB

Baca: Namanya Dikaitkan Proyek E-KTP, SBY Nyatakan Perang, Buat Laporan ke Polisi

Ada sekitar 50 Kepala keluarga yang mengeluh dan mendatangi kantor Pemerintahan Desa Alur. Sebab dari 50 kepala keluarga itu mendapat jatah lahan sebanyak dua hektare.

Dua hektare itu meliputi laham tempat tinggal 25 meter persegi, lahan satu 1,5 hektar dan sisanya laham dua. Keluhan warga Desa Alur itu lahan yang terbit sertifikatnya hanya lahan pekarangan atau tempat tinggal. Laham lainnya belum terbit sertifikatnya.

"Saya ini bingung karena permohonan penerbitan sertifikat itu, sebelum saya menjabat sebagai kepala desa Alur hingga kini belum ada penyelesaian. Cuma hasil konsultasi dengan pihak pertanahan, saya diminta mendata warga untuk bertatap muka mendengar penjelasan petugas BPN Kabupaten Tanahlaut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahlaut, Ahmad Yani mengatakan belum semua desa berstatus desa lengkap.

Desa lengkap itu adalah desa yang memiliki data pemetaan tanah.

Itu secara bertahap akan dilaksanakan pihaknya dengan memulai gerakan sadar pemasangan patok batas tanah.

"Makanya melalui media sosial gerakan ini saya gaungkan dibantu rekan media massa," katanya.

Ahmad Yani mengaku pihaknya saat ini sedang menyelesaikan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 7396 bidang.

Jumlah itu, kata Ahmad Yani merupakan target PTSL yang ditetapkan Pemerintah Pusat di Kabupaten Tanahlaut sebanyak sembilan ribu bidang.

"Kami hanya mampu menyelesaikan sekitar 81 persen pada 2017 lalu. Awal Maret 2018 ini target 2017 lalu itu tuntas. Kita melakukan lagi PTSL dengan target pada 2018 ini, sebanyak 10.100 bidang," katanya. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help