Berita Banjarmasin

Ini Loh Kiat-Kiat Berburu Beasiswa Luar Negeri Versi Ahmad Fuadi

Penulis novel Negeri 5 Manara, Ahmad Fuadi berikan tujuh langkah untuk dapatkan beasiswa luar negeri.

Ini Loh Kiat-Kiat Berburu Beasiswa Luar Negeri Versi Ahmad Fuadi
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ahmad Fuadi saat memberikan penjelasan di hadapan ratusan pelajar dan mahasiswa di Pustarda Kalsel, Senin (6/2/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penulis novel Negeri 5 Manara, Ahmad Fuadi berikan tujuh langkah untuk dapatkan beasiswa luar negeri.

Dimana lelaki yang telah pergi ke 40 negara itu mengisi acara workshop kiat berburu beasiswa luar negeri kepada ratusan mahasiswa se Banjarmasin yang menjadi peserta pada acara itu.

Selasa (6/2/2018) lalu, di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Fuadi memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Ia menjelaskan perihal tata cara agar bisa mengambil beasiswa ke luar negeri.

Adapun langkah-langkah berburu beasiswa ke luar negeri versi Fuadi yakni kuat niat dan tekat, melakukan riset, dan mengisi apliaksi pendaftaran. Selain itu juga perli mengisi waktu, mulai dari mencari informasi kampus yang dituju, daftar sekolah, korespondensi dengan kampus serta perbaiki bahasa.

Baca: Pesta 8 Gol Swansea City Jadi Sejarah di Piala FA

Pun ketika semuanya dilakukan, Ahmad Fuadi mengatakan biasanya akan ada tes, entah itu tertulis ataupun lisan. Hal terpenting ialah persiapan yang baik, latiha dan cukup istirahat serta makan. Bahkan ia juga mengatakan calon penerima beasiswa harus datang lebih awal.

Tentunya, pasca meleti semua itu, akan ada sesi wawancara. Ia menyarankan pada sesi ini maka wajib dari hati.  Selain itu jujur dan antusias. Bahkan jual diri menggunakan kata-kata dan bukti.

"Ketika wawancara, yang perlu disampaikan ialah isi hati.  Karena akan kelihatan mereka yang ingin belajar dan mana yang ingin jalan-jalan," ucap Fuadi.

Baca: Jadwal Baru Semifinal Piala Presiden 2018, Semua Digelar Pukul 19.30 WIB, Kecuali Leg 2 Persija-PSMS

"Seseorang bisa bicara indah. Tapi kadang sebagai pewawancara juga bisa ragu. Jadi kalau jual tekad aja kadang tidak laku. Jadi jujur tapibantusias, jangan jujur tapi malas malasan.  Kemudian boleh jual diri tapi jual kenyataan dengan kata kata dan bukti," tambahnya.

Langkah terakhir, ia mengatakan tinggal menunggu pengumuman. Dimana ada dua kemungkinan,  akan diterima atau belum.  Apabila belum lulus, maka lapang hati dan jangan menyerah. Ia mengatakan ada banyak yang mencoba berkali-kali baru kemudian lulus. (*)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved