Berita Banjarmasin

Juragan Kapal Naikkan Tarif Sepihak, Penumpang Mengeluh, Dishub Berang, Ini yang Terjadi

Kepala UPT Pelabuhan Penyeberangan Alalak, Muhammad, saat dikonfirmasi, menjelaskan penutupan dermaga

Juragan Kapal Naikkan Tarif Sepihak, Penumpang Mengeluh, Dishub Berang, Ini yang Terjadi
BPost Cetak
blitz

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala UPT Pelabuhan Penyeberangan Alalak, Muhammad, saat dikonfirmasi, menjelaskan penutupan dermaga sebetulnya merupakan tindak lanjut pihaknya atas penertiban kenaikan tarif penumpang yang dilakukan para penyedia jasa penyeberangan.

Dikatakannya, kenaikan tarif dilakukan secara sepihak sejak 2013, semula Rp 6.000 per orang menjadi Rp 7.000 per orang (sudah termasuk kendaraan roda dua).

Ini dinilainya menuai keluhan masyarakat.

Pihaknya semula sempat melakukan pertemuan dengan para juragan kapal agar mengembalikan tarif ke Rp 6.000.

Baca: Inikah Akhir Dunia? Lubang Misterius Ini Makin Banyak, Warga Gunungkidul Resah!

Namun meski upaya mediasi tersebut sudah dilakukan berkali-kali, bahkan juga lewat mengirim surat teguran kepada masing-masing juragan kapal, tetap tidak ada hasil.

"Ini hanya penutupan sementara. Karena kemudian, dermaga dibuka lagi. Ini sebagai teguran. Kami harapkan pula, tiga hari ke depan, mereka bisa mengembalikan tarif," rincinya.

Penutupan dermaga berlangsung sekitar empat jam lewat 45 menit.
Setelah itu, sekitar pukul 11.45 Wita, dermaga dibuka lagi.
Pembukaan tersebut karena kedatangan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah.

Dialah yang menginstruksikan agar penyeberangan dibuka.

Baca: Kisah Perjuangan Dramatis Petugas Selamatkan Korban Reruntuhan di Bandara Soetta, Ini Kendalanya

Kepada awak media ia mengatakan mengingat pelabuhan penyeberangan merupakan fasilitas pelayanan publik, jadi sudah seharusnya berjalan dengan semestinya.

"Sempat ditutup, tapi kemudian dibuka kembali," ujarnya.

Hermansyah juga mengatakan mengingat permasalahan terletak pada mencuatnya keluhan masyarakat atas tarif.

Ia pun berjanji segera melaksanakan pertemuan dengan para juragan kapal, penumpang, Dishub Kota Banjarmasin dan juga Dishub Provinsi Kalsel untuk mencarikan solusinya.

"Memang sebetulnya, mengenai tarif, ada peraturannya. Itu pun sebagian untuk PAD. Insya Allah dalam waktu dekat, kami carikan solusinya, "jelas Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved