Berita Kalteng

Penentuan Tata Batas TN Sebangau, Ternyata Terkendala RTRWP Kalteng

Sengketa tata batas tersebut masih terjadi dengan warga sekitar TN Sebangau, karena lahan warga dan lahan adat yang ada di sekitar kawasan TN Sebangau

Penentuan Tata Batas TN Sebangau, Ternyata Terkendala RTRWP Kalteng
Faturahman
Wakil Ketua DPRD Kalteng, Harriyansyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Persoalan tata batas Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah yang pengelolaanya menjadi tanggungjawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), masih menjadi sengketa.

Sengketa tata batas tersebut masih terjadi dengan warga sekitar TN Sebangau, karena lahan warga dan lahan adat yang ada di sekitar kawasan TN Sebangau, juga diklaim masuk kawasan TN Sebangau.

Masalah tersebut ditanggapi Wakil Ketua DPRD Kalteng, H Harriyansyah, yang menyebut pangkal utama sengketa tersebut, karena belum tuntasnya masalah tata ruang wilayah Kalteng.

"Penentuan rencana tata ruang wilayah kota (RTRWK) tentu harus menunggu tuntasnya rencana tata ruang provinsi (RTRWP) yang sampai saat ini belum juga ada penyelesaiannya," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berusaha untuk menyelesaikan soal tata ruang tersebut, setelah terbitnya SK Menhut Nomor 529 tahun 2012 yang kemudian disusul Perda Kalteng Nomor 5 tahun 2015 tentang RTRWP Kalteng, namun ternyata tidak relevan dengan kondisi di lapangan.

“Kondisi dilapangan tata ruang wilayah Kalteng jauh dari tertata. Masih banyak kasus yang terjadi baik itu kasus di kawasan hutan dan non hutan juga kasus di pedesaan hingga diperkotaan,"ujarnya.

Untuk itu perlu adanya kerjasama dalam menyelesaikan masalah tata ruang ini antara Pemprov Kalteng dengan kabupaten kota, Karena dari perda yang ada hanya 18 persen merupakan kawasan Non Hutan dan 82 Persen Hutan.

"Ini juga akan mengaitkan masalah tata batas TN Sebangau yang dikabarkan kawasan konservasi tersebut masuk kawasan lahan warga dan lahan adat, sehingga perlu adanya penyelesaiannya," ujarnya. (faturahman/www.banjarmasinpost.co.id)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help