Berita Kabupaten Banjar

Putra Bupati Banjar Ini Terharu Saat Bacakan Manaqib sang Kakek KH Anang Sya'rani Arief

Digelaran Haul ke 49 KH Anang Sya'rani Arief, Putra Bupati Banjar M Itkon Khalilurrahman membacakan manaqib atau riwayat hidup

Putra Bupati Banjar Ini Terharu Saat Bacakan Manaqib sang Kakek KH Anang Sya'rani Arief
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Digelaran Haul ke 49 KH Anang Sya rani Arief, Putra Bupati Banjar M Itkon Khalilurrahman membacakan manaqib atau riwayat hidup sang kakek. 

BANJARMASINPOST. CO. ID. MARTAPURA - Digelaran Haul ke 49 KH Anang Sya'rani Arief, Putra Bupati Banjar M Itkon Khalilurrahman membacakan manaqib atau riwayat hidup sang kakek.

"Izinkan saya menyampaikan riwayat singkat KH Anang Sya'rani Arief sebagai tauladan kami anak dan cucu-cucu beliau," ungkap HM Itkon.

Itkon menceritakan perjalanan hidup KH Anang Sya'rani Arief yang sejak kecil dikenal memiliki karakter yang pendiam.

Beliau, memiliki perawakan tinggi besar, tegas dan fasih dalam berbicara.

Baca: Pria Ini 20 Jam Main Game Online, Kakinya Sampai Lumpuh dan Masuk Rumah Sakit

"Beliau sosok yang tenang menanpilkan individu yang cerdas dan berwibawa," katanya.

Almarhum disepanjang hidupnya diisi dengan belajar dan mengajar ilmu agama.

Selama 22 tahun, bersama sepupunya yakni KH Syarwani Abdan atau Guru Bangil Almarhum belajar dan mendapatkan bimbingan langsung dari paman beliau KH Kasyful Anwar dan berguru dengan ulama di Mekkah.

"Beliau banyak belajar ilmu agama. Namun, yang menonjol beliau menguasai ribuan hadits yang membuat beliau mendapatkan julukan Muhadits muda dari Indonesia ,"katanya.

Baca: Bersemangat Posting Foto Saat Umrah, Ibunda Ayu Ting Ting Malah Dapat Reaksi Negatif Netizen

Sekembalinya di Indonesia, Almarhum dipercaya memimpin Pondok Pesantren Darussalam sehingga saat itu ponpes Darusaalam pun berkembang pesat.

Selain memimpin di Pondok Pesnatrem Darussalam, Almarhum juga membuka pengajian di Kampung Melayu.

"Waktu beliau dihabiskan untuk mengajar guru-guru dan murid. Sampai dipenghujung hidupnya dalam kondisi sakit almarhum tetap mengajar walaupun dalam kondisi berbaring," ungkap Itkon yang tampak terharu saat membacakan cerita akhir perjalanan hidup sang kakek.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved