Ekonomi dan Bisnis

Ini Alasan OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Gunakan dan Pasarkan Cryptocurrency

Seperti halnya Bank Indonesia yang melarang segala aktivitas pembayaran menggunakan cryptocurrency, Otoritas Jasa Keuangan

Ini Alasan OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Gunakan dan Pasarkan Cryptocurrency
banjarmasinpost.co.id/acm
(kiri) Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara dan Kepala Kantor OJK Regional IX Kalimantan Haryanto (kanan) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seperti halnya Bank Indonesia yang melarang segala aktivitas pembayaran menggunakan cryptocurrency, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga larang keras bagi lembaga jasa keuangan gunakan mata uang digital ini.

Hal ini pun berlaku untuk semua lembaga jasa keuangan termasuk perbankan, induatri keuangan nonbank (IKNB) seperti pasar modal, perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi dan yang lainnya.

"Kami larang lembaga jasa keuangan untuk gunakan cryptocurrency apalagi memasarkannya," kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara.

Baca: Jadi Janda, Begini Caranya Pedangdut Cantik Ini Memenuhi Kebutuhan Biologisnya

Menurut Tirta, alasan utama penggunaan cryptocurrency disebabkan karena tidak ada bentuk regulator yang mengawasi mata uang digital ini fluktuasi nilainya tidak terkontrol dan mengarah pada spekulasi.

Hal ini pun menjadi relevan jika memperhatikan pergerakan nilai satu diantara cryptocurrency yang paling dikenal Bitcoin.

Nilai Bitcoin sempat melonjak bahkan mencapai hampir 20 ribu Dollar Amerika atau sekitar Rp 270 juta lebih per Bitcoin di awal Bulan Januari 2018

Baca: Suami Saya Suka Selingkuh, Ringan Tangan dan Hiperseks

Namun tanpa alasan yang jelas saat ini nilai Bitcoin adalah 7.749 Dollar Amerika atau sekitar Rp 105 juta, Kamis (8/2/2018).

Hal ini tentu menjadi pukulan keras bagi para investor yang menginvestasikan asetnya dalam bentuk Bitcoin.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved