Mengantisipasi Asap yang Memalukan

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang selalu tertimpa musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Mengantisipasi Asap yang Memalukan
BPost Cetak
Ilustrasi 

TUAN rumah Asian Games 2018, Indonesia, benar-benar tak ingin malu. Selain menyiapkan venue yang standar, kepanitiaan yang optimal, sarana transportasi yang lancar dan akomodasi yang nyaman, juga mengantisipasi berbagai hambatan non teknis penyelenggaraan. Satu di antaranya; Asap.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang selalu tertimpa musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada 2015 terdapat 21.929 hotspot, pada 2016 menurun menjadi 3.915 hotspot, dan pada 2017 hanya 2.567 hotspot terdeteksi. Sedangkan luasan Karhutla seluruh Indonesia, pada 2015 lahan yang terbakar seluas 2.611.411 hektare. Angka itu turun menjadi 438.363 hektare pada 2016 dan 165.484 hektare pada 2017.

Meski dalam tiga tahun terakhir intensitas asap menurun, jumlah hotspot berkurang dan luas lahan terbakar mengecil, pemerintah tetap saja merasa perlu untuk mengantisipasi potensi munculnya ‘bencana’ asap.

Jauh hari sebelum musim kemarau 2018 datang dan Asian Games digelar pada Agustus mendatang, pemerintah perlu melakukan antisipasi terhadinya Karhutla, yang ditandai rapat koordinasi pencegahan (bukan penanggulangan) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2018.

Pemerintah rupanya merasa khawatir terhadap kepulan asap akibat Karhutla yang bisa saja terjadi pada 2018, di saat Indonesia sedang disaksikan dari dekat oleh tamu dari seluruh asia. Sebab, bila asap mengepul di Palembang apalagi Jakarta, atau di jalur penerbangan dari dan ke sejumlah negara di Asia, tentu akan sangat mengganggu pelaksanaan perhelatan Asia Games.

Apalagi, bila asap itu mengepul di bulan Agustus dengan intensitas sama atau bahkan lebih dahsyat ketimbang Karhutla 2015, tentu tidak sekadar mengganggu Asian Games. Bisa saja asap akan menggagalkan pelaksanaan event olahraga terakbar di asia itu.

Karena itu, dalam kesempatan rakornas itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, tidak bisa mentolelir kejadian Karhutla di tahun 2018. Sanksi pencopotan dari jabatan pun siap diberlakukan kepada Pangdam atau Danrem atau Kapolda atau Kapolres yang di wilayahnya terjadi Karhutla.

Terhadap tebaran ancaman itu, pada pemangku wilayah seharusnya tidak sekadar khawatir dicopot dari jabatan dan kemudian tergerak untuk melakukan upaya pencegahan Karhutla. Yang lebih penting adalah, tergerak untuk melakukan upaya mengantisipasi kebakaran demi nama baik Bangsa Indonesia.

Bila sebelum atau saat pelaksanaan Asian Games, terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga mengganggu ribuan atlet, tentu citra buruk ini akan menjadi perbincangan miring di seluruh Asia dan bahkan untuk waktu yang lama.

Jadi, mari bergerak ‘merapal mantra’ untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Memperkuat deteksi dini sinyal potensi munculnya hotspot, memastikan berjalannya sistem pencegahan karhutla di masing-masing daerah, terutama di titik rawan. Terpenting, kesadaran masing-masing individu dan segenap elemen Bangsa, untuk sadar peduli lestari alam. Bebas dari momok gangguan kabut asap. Kita semua tentu berharap penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan asap Karhutla yang memalukan. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved