Fenomena Kawin Cerai Artis Banua

Ternyata Hidup Glamor Artis Bikin Mudah Kawin Cerai

Psikolog Banjarmasin Sukmanoor Akbar mengatakan saat suatu pasangan melanjutkan ke jenjang pernikahan maka pasangan harus siap

Ternyata Hidup Glamor Artis Bikin Mudah Kawin Cerai
khairil rahim
Ketua Ikatan Psikologi Klinis Kalselteng, Sukmanoor Akbar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fenomena kawin cerai di kalangan artis termasuk yang ada di Banua bukan kah hal yang tabu.

Psikolog Banjarmasin Sukmanoor Akbar mengatakan saat suatu pasangan melanjutkan ke jenjang pernikahan maka pasangan harus siap secara mental, saling mencintai, menjaga komitmen, menerima kelebihan dan kelemahan serta tidak boleh menyerah ketika menghadapi persoalan di rumah tangga maupun persoalan lainnya.

Pernikahan diharapkan hanya satu kali dalam seumur hidup karena tujuan dari pernikahan adalah untuk membuat keluarga yang kekal, sedangkan perceraian adalah jalan terakhir ketika usaha-usaha yang dilakukan tidak memecahkan masalah yang dihadapi.

Baca: Ditidurkan Dulu, Lalu Wanita Ini Pelan-pelan Potong Mr P Pacarnya, Ternyata Ini Masalahnya

Banyak faktor yang menyebabkan perceraian seperti menikah muda, faktor ekonomi, ketidakharmonisan dalam keluarga, perselingkuhan, KDRT serta faktor lainnya.

Kasus perceraian memang cenderung tinggi di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya dikarenakan salah satunya masyarakat sudah memiliki pengetahuan tentang apa yang perlu dilakukan dan melapor kemana ketika terjadi ketidak harmonisan dalam keluarga.

Baca: Wow! Ternyata Artis Banua Suka Kawin Cerai, Fenomena atau Gaya Hidup Ya?

Melihat fenomena terhadap artis dangdut yang kawin-cerai memang penyebabnya harus dilihat satu persatu. Kita harus melihat faktor pencetusnya apakah memang ada keterkaian dengan pekerjaannya sebagai penyanyi dangdut atau hal lainnya.

Namun untuk penyanyi dangdut melihat pergaulannya yang cukup luas bisa jadi karena terpengaruh untuk terburu-buru menikah muda di saat emosinya masih belum matang, rentan untuk perselingkungan, motif ekonomi, kecemburuan dari pasangan sehingga kurangnya komitmen dalam pernikahan mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga.

Baca: Jadi Janda, Begini Caranya Pedangdut Cantik Ini Memenuhi Kebutuhan Biologisnya

Untuk menghindari hal tersebut tentunya dibutuhkan kesiapan dalam pernikahan baik secara fisik dan psikologis, komunikasi di dalam rumah tangga, tidak tergiur dengan bujuk rayu yang bisa jadi mengakibatkan perselingkuhan dan komitmen untuk pernikahan yang kekal. (khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved