Kasus Ambruknya Jembatan Mandastana

Beredar Surat Kementerian PUPR untuk Bupati Batola, Polda Belum Tetapkan Tersangka

Surat itu sendiri memuat laporan akhir tim penilai ahli kegagalan bangunan Jembatan Tanipah Kabupaten Barito Kuala.

Beredar Surat Kementerian PUPR untuk Bupati Batola, Polda Belum Tetapkan Tersangka
Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (9/2/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.lD, BANJARMASIN - Penyidik Polda Kalsel masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait kasus amblasnya jembatan Mandastana Batola.

Direktur Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Rizal Irawan dikonfirmasi di Polda Kalsel, Kamis (8/2/2018). membenarkan pihaknya telah menaikkan status itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Seiring penyidikan kasusnya, saat ini beredar surat berkop Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tertanggal 4 Januari 2018 yang ditujukan ke Bupati Batola. Masih belum diketahui apakah benar surat itu dari Kementerian PUPR itu.

Baca: Pengakuan Mengejutkan Kriss Hatta Soal Imannya Setelah Dikhianati Istri yang Membuatnya Mualaf

Surat itu sendiri memuat laporan akhir tim penilai ahli kegagalan bangunan Jembatan Tanipah Kabupaten Barito Kuala. Dilaporkan dalam surat adanya indikasi tidak dipenuhinya kepatuhan terhadap standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi pada Jembatan Tanipah.

Dalam surat itu juga menyebut penyebab utama amblasnya jembatan Tanipah adalah panjang tiang pancang di pilar P3 lebih pendek (kurang lebih 31 meter) dari desain (41,1 meter).

Kondisi itu yang menyebabkan terjadinya unstable equilibrium, di mana beban mati yang bekerja pada pilar P3 sangan mendekati kapasitas daya dukung vertikal grup tiang pada pilar P3.

Baca: Terungkap, Panjang Tiang Pancang P3 Jembatan Mandastana Batola 10 Meter Lebih Pendek dari Desain

Dijelaskan, gangguan kecil di bangunan itu dapat menyebabkan sudden collapse dan mengakibatkan amblasnya seluruh Pilar P3.

Masih dari laporan itu, hasil obeservasi tim, pelaksanaan bangunan bawah dan bangunan atas jembatan tidak sepenuhnya mengikuti gambar kontrak yang diajukan oleh konsultan perencana.
Disebutkan, jembatan tidak dapat difungsikan karena amblasnya Pilar P3 dan adanya indikasi kinerja yang kurang (under performance) dari bangunan atas.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved