Berita Tanahlaut

Dua Opsi Penataan Dapil Calon Anggota Legislatif Kabupaten Tanahlaut

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanahlaut melaksanakan diskusi sekaligus uji publik penataan daerah pemilihan bagi calon amnggota

Dua Opsi Penataan Dapil  Calon Anggota Legislatif Kabupaten Tanahlaut
Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid
Diskusi penataan daerah pemilihan (Dapil) legislatif Tanahlaut, Minggu (11/2/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanahlaut melaksanakan diskusi sekaligus uji publik penataan daerah pemilihan bagi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 nanti.

Tempat diskusi berlangsung di Aula Hotel di kawasan Jalan KH Mansyur, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Minggu (11/2/2018).

Ketua KPU Kabupaten Tanahlaut, Kamaruzzaman, yang menjadi moderator dalam diskusi penataan daerah pemilihan (dapil) sebelum diajukan ke KPU Pusat.

Dalam diskusi itu, KPU Kabupaten Tanahlaut menawarkan dua opsi dapil, yaitu empat dapil dan lima dapil.

Empat dapil itu seperti pada pemilu sebelumnya dan opsi lima dapil itu pertimbangan geografis.

Informasi dihimpun, lima dapil itu, adalah mengeluarkan Kecamatan Batuampar dari Dapil II dan Kecamatan Panyipatan dari Dapil IV menjadi Dapil V.

Dapil V adalah mengabungkan kecamatan Batuampar dengan Kecamatan Panyipatan. Pertimbangan itu karena wilayah Kecamatan Batuampar di Desa Tajaupecah berbatasan dengan Desa Sukaramah Kecamatan Panyipatan.

Sayangnya dalam diskusi itu tidak kesepakatan.

Peserta diskusi dari utusan 16 partai politik justru terbelah pendapatnya. Ada yang mendukung opsi empat dapil dan opsi lima dapil.

Kamaruzzaman sempat menskor diskusi untuk saling lobi antarpeserta diskusi. Hasilnya tetap tidak bulat, delapan partai politik mendukung opsi pertama dan enam partai politik memilih opsi kedua.

Satu partai politik, yaitu PAN tidak hadir dalam diskusi tersebut sehingga suara tidak dihitung dan dianggap setuju dengan apa yang diputuskan dalam penataan dapil calon legislatif pemilu 2019 nanti.

Romansyah, Ketua DPK PKPI Tanahlaut mengaku lebih nyaman opsi pertama, empat dapil. Itu karena partainya yang punya satu kursi di DPRD Tanahlaut mampu bersaing.

"Kalau opsi kedua dengan lima dapil, partai besar atau yang kursinya banyak di DPRD Tanahlaut saat ini sangat berpeluang," katanya.

Edy Porwanto mengaku memilih opsi kedua. Itu karena kecamatan Batuampar digabung dengan Kecamatan Panyipatan lebih nyaman melakukan sosialiasi.

"Selama ini Kecamatan Batuampar satu dapil dengan Kecamatan Jorong dan Kintap. Itu artinya ratusan kilometer sehingga peluang mengenalkan calon legislatif peluangnya kecil karena terkendala jarak," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help