Saraba Kawa

H Anang Syakhfiani, Bupati Pertama Ukir Sejarah Pena Emas PWI

DINILAI sangat perhatian dan berkontribusi terhadap pembangunan pers, orang nomor satu di Bumi Sarabakawa,

H Anang Syakhfiani, Bupati Pertama Ukir Sejarah Pena Emas PWI
istimewa/protokol pemkab tabalong
Prestasi pena emas yang diraih Bupati Anang inipun mendapat apresiasi serta kebanggaan para tokoh-tokoh pers nasional dan banua. Seperti Ketua PWI Pusat Margiono, menyebut, atas dedikasi dan perhatian kepada pers, Bupati Anang satu-satunya bupati di Indonesia yang mendapatkan anugerah pena emas. 

Sementara Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengungkapkan apa yang diraihnya merupakan bentuk kebersamaan semua pihak. Terlebih atas dukungan dan bimbingan Gubernur H Sahbirin Noor, maka pembangunan berjalan dengan baik. Hal itulah keterkaitannya dengan perhatiannya dengan kalangan pers.

Sebagaimana tahun sebelumnya insan pers dibangunkan gedung balai wartawan. Maka di tahun ini kembali dianggarkan pembebasan lahan dihibahkan ke PWI untuk dibangunkan perumahan dengan DP nol rupiah.

"Pers sangat banyak membantu kami dalam menginformasikan pembangunan serta program yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat. Jadi saya sangat menghargai peran pers dalam pembangunan daerah," katanya.

Bentuk perhatiannya kepada pers dipastikannya bukan untuk membungkam, tapi tetap dipersilahkan melakukan kritikan membangun demi motivasinya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Baginya kritikan membangun seorang wartawan terbukti ampuh didaerahnya, dimana banyak prestasi yang diperoleh Bumi Sarabakawa diera kepemimpinannya sebab adanya masukan dan kritikan dari media massa.

Diceritakannya, kedekatan dengan insan pers sudah terjalin sejak lama. Dia bukanlah seorang wartawan, namun jabatan sebagai Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Batola pada 1989 silam menjadikan pembelajaran pentingnya pers bagi pembangunan.

Enam tahun menjabat Kabag Humas mengharuskan dirinya selalu menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan para jurnalis. Upaya tersebut terus dilakukannya hingga saat dia diberi amanah memimpin Tabalong. Diapun punya obsesi tentang pers, menurutnya insan pers harus diberi peran dalam kontrol sosial. Untuk itu pekerja pers harus didukung dengan sarana dan prasarana kerja demi mendukung terwujudnya kebanggaan sebagai pekerja pers.

"Selama ini saya merasa banyak didukung oleh pers, termasuk ketika saya bisa menjadi Bupati Tabalong seperti ini, sangatlah besar peran pers. Saya juga merasa telah dibesarkan oleh pers," katanya lagi.

Terpisah Ketua PWI Pusat Margiono, menyampaikan, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani sangat pantas dinobatkan anggota kehormatan PWI sekaligus penerima penghargaan pena emas dengan pertimbangan sumbangsihnya terhadap perkembangan dunia pers.

"Tidak saja dalam bentuk pemikiran dan saran, tapi juga dukungan lainnya dalam membesarkan pers di daerah. Penghargaan pena emas ini sangatlah selektif kami berikan, tidak sembarang orang bisa memperolehnya," tegas Margiono. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved