BanjarmasinPost/

Kriminalitas Tanahbumbu

Remaja Drop Out di Tanbu Palsukan Rp 100 Ribu Pakai Printer dan Kertas HVS, Uangnya Dibelikan Ini

Tak disangka, anak yang masih dibawah umur telah membuat uang palsu dan menggunakan hasil buatannya itu untuk berbelanja.

Remaja Drop Out di Tanbu Palsukan Rp 100 Ribu Pakai Printer dan Kertas HVS, Uangnya Dibelikan Ini
BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat
Remaja tersangka pemalsu uang pecahan Rp 100 ribu di Tanahbumbu.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Tak disangka, anak yang masih dibawah umur telah membuat uang palsu dan menggunakan hasil buatannya itu untuk berbelanja.

Ini lah yang dilakukan DK (17) warga Desa Sebamban 1 blok b1 Desa Sari Utama kecamatan Sungai Loban. DK harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dirinya kedapatan menggunakan uang palsu buatan sendiri.

Dia ditangkap di Desa Pulau Salak, Sabtu (10/2/18) sekitar pukul 17.00 wita usai bersantai di Pantai.

Kreatif memang. Namun kreatifitasnya itu justru mengantarkannya ke polisi setelah pedagang yang ditipunya melaporkan kepolisi.

Baca: Simak Gerak Tubuh Ahok dan Veronica Saat Talkshow di TV, 6 Bulan Sebelum Gugatan Cerai

Baca: Ketahuan! Saat Latah Ayu Ting Ting Sebut Kata Ini, Lihat Videonya di Sini

Baca: Putrinya Diganggu Netizen, Artis Denada Murka Keluarkan Ancaman Ini

Baca: Rahasia Masa Lalu Aktor di Film Dilan Ini Terungkap, Begini Reaksinya

Alhasil, dia harus menjalani proses hukum atas perbuatan yang dilakukannya.

Dia ditangkap di Desa Pulau Salak setelah korbannya melaporkannya ke pihak kepolisian.

Karena sebelumnya, remaja yang sudah tidak bersekolah alias drop out ini membeli rokok menggunakan uang pecahan 100.000.

Uang palsu dan mesin printer dijadikan barang bukti.
Uang palsu dan mesin printer dijadikan barang bukti. (BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat)


Uang yang dibuat dengan menggunakan mesin printer kertas HVS tersebut tentu sangat mudah diketahui.

Sebab, kertas yang digunakan juga merupakan kertas HVS yang bentuk dan teksturnya jauh berbeda dari uang biasanya.

Kini dia masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Kusan Hilir.

Pelaku juga terancam pidana penipuan karena perbuatannya yang memalsukan uang.

Dari pengakuan pelaku, dia hanya iseng membuat uang dari kertas HVS dan printer yang ada di rumahnya. Setelah jadi, dia mencoba untuk menggunakannya untuk transaksi jual beli.

"Saya cuma iseng saja. Kebetulan pas lagi jalan-jalan ke Pantai, saya mampir beli rokok pakai uang itu. Cuma iseng saja," kila DK kepada penyidik.

Sementara itu, Kapolsek Kusan Hilir Iptu Moersani didampingi Kanit reskrimnya Bripka Zulhan, Minggu (11/2/2018) membenarkan penangkapan terhadap anak dibawah umur yang memalsukan uang.

Penangkapan itu dilakukan berkat informasi dari masyarakat yang menjadi korban penipuan DK.

Pasalnya, DK saat itu membeli rokok yang harganya belasan ribu yang saat itu kebetulan warung dijaga oleh anak-anak berumur 14 tahun.

Korban pun memberikan uang kembaliannya sekitar 80ribuan lebih tanpa mengetahui itu uang palsu yang diterimanya.

Setelah pelaku sudah pergi, orangtua anak yang menjual rokok tersebut melihat uang yang ada dilacinya dan melihat ada uang Rp 100.000 ribu yang bentuknya tidak seperti uang biasanya. Kemudian langsung diterawangnya dan ternyata itu palsu.

"Setelah tahu itu palsu, pihak korban kemudian mencari pelaku yang memang belakangan ini sering berbelanja di warung tersebut. Sempat dua hari dicari namun tidak ditemukan, hingga hari Sabtu kemarin, pelaku berada di pantai dan keluarga korban yang melihat langsung membawanya ke warung," kata Zulhan.

Setelah berada diwarung, keluarga korban pun langsung menelpon pihak kepolisian dan akhirnya menangkap pelaku.

Polisi lantas melakukan pengembangan dan menuju rumah pelaku yang kemudian mendapati barang bukti lainnya berupa 16 lembar uang palsu dari kertas HVS yang belum digunting.

"Dari pengakuan pelaku baru membelanjakan uang itu sebanyak dua kali di Sungai Lembu dan Pulai Salak. Sekarang pelaku masih diperiksa dan pelaku yang masih dibawah umur sehingga hukuman yang diberikan tetap sesuai aturan anak dibawah umur," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help