Otomotif

Wow! Ini Dia Yamaha Mio S Irit Bahan Bakar, Demo di GOR Pelaihari

"Di masyarakat simpang siur dan bertanya apakah benar irit bahan bakar. Teknologi bio core diuji dengan alat teater. Irit bahan

Wow! Ini Dia Yamaha Mio S Irit Bahan Bakar, Demo di GOR Pelaihari
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Demontrasi produk sepeda motor roda dua dari Yamaha yang irit bahan bakar berlangsung di halaman GOR Berseri, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Minggu (11/2/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Demontrasi produk sepeda motor roda dua dari Yamaha yang irit bahan bakar berlangsung di halaman GOR Berseri, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Minggu (11/2/2018).

Manajer Yamaha Surya Prima Pelaihari, Edy Porwanto mengatakan demo itu dilaksanakan untuk menjawab anggapan publik bahwa Yamaha boros bahan bakar.

"Di masyarakat simpang siur dan bertanya apakah benar irit bahan bakar. Teknologi bio core diuji dengan alat teater. Irit bahan bakar itu tak hanya di iklan. Tapi benar-benar irit bahan bakar," katanya.

Baca: Heboh! Tarif Penyanyi di Pernikahan Putra Pengusaha Tambang H Ciut, Ayu Tingting Setengah Miliar?

Edy Porwanto berharap masyarakat mengetahui dan tertarik membeli Mio S bahea selain kencang larinya juga irit.

"Ini menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Mio S ini produk terbaru dengan berbagai warna. Dengan DP yang harganya terjangkau dan fleksibel bisa dikomunikasi dengan konsumen," katanya.

Muhammad, teknisi penguji mengatakan ekor riding dengan kecepatan jarak tempuh antara 40 kilometer per jam hingga 60 kilometer per jam hanya memerlukan uang Rp 20 ribu dapat memakai 16 kali berkendara dengan jarak 10 kilometer.

Desti Arisandy, warga Pelaihari mengaku senang sekali dan enak berkendara Mio S. "Cuma satu liter cukup keliling dan keluarga saya pencinta produk Yamaha," katanya.

Satu driver tes ride Mio S, Denny dari komunitas Mio S Club Banjarbaru mengaku menerapkan berkendara stop dan go di jalur Trikora Banjarbaru.

"Jika Go kemampuan Mio S hingga 100 kilometer per jam tidak goyang," katanya.

Sebaliknya, berkendara eco riding, yaitu kecepatan antara 40 hingga 60 kilometer per jam, bahan bakar tetap irit.

"Di Batakan tadi tidak sampai setengah liter dari Pelaihari ke Pantai Batakan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help