Berita Tanahlaut

Pelaku Duel Maut Tabunio Divonis Lima Tahun Penjara, Pembala Langsung Terima, Jaksa Pikir-Pikir

Sidang kasus duel maut dua warga Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, di Pengadilan Negeri Pelaihari, berakhir.

Pelaku Duel Maut Tabunio Divonis Lima Tahun Penjara, Pembala Langsung Terima, Jaksa Pikir-Pikir
banjarmasinpost.co.id/muktar wahid
Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Sidang kasus duel maut dua warga Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, di Pengadilan Negeri Pelaihari, berakhir.

Terdakwa Muhammad Ridho alias Edo Divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari yang dibacakan Leo Mampe Hasugian memutus pidana penjara lima tahun.

Putusan majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut pidana penjara 13 tahun.

Terdakwa dan penasihat hukum Hj Sunarti mendengar putusan lebih rendah dari tuntutan jaksa langsung menerima.

Baca: Ngeri, Satu Sekeluarga Diduga Dibunuh, Ibu dan Dua Anaknya Tewas Dalam Kondisi Berpelukan

Sebaliknya, jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut memilih pikir-pikir. "Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan kami. Makanya, kami pikir-pikir," ujar Natalia, jaksa penuntut umum, Senin (12/2/2018).

Informasi dihimpun, rendahnya putusan majelishakim Pengadilan Negeri Pelaihari karena menilai berdasarkan keterangan di ruang persidangan dan bukti yang ada.

Majelis hakim menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Sebelumnya jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut mendakwa melanggara pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Baca: KPU Kapuas Tak Mau Ungkap Alasan Tak Loloskan Pasangan Mawardi - Muhajirin, Akan Buka di Panwaslih

Jaksa juga mendakwa pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan saat terdakwa kabur dari arena duel maut.

Namun majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari punya penilaian bahea terdakwa tetap bersalah membawa sepeda motor orang lain sehingga melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa.

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho mengatakan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari itu memang lebih rendah dari tuntutan jaksa.

"Jaksa punya hak menyatakan pikir-pikir dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari selama tujuh hari," kata pria yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari ini. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help