Berita Tanahbumbu

Awas! Ternak Dibiarkan Berkeliaran di Tanbu, Pemiliknya Terancam Denda Rp 50 Juta!

Dinas Pertanian kabupaten Tanahbumbu akhirnya menyebarkan lembaran larangan ternak berkeliaran. Surat edaran disampaikan melalui surat.

Awas! Ternak Dibiarkan Berkeliaran di Tanbu, Pemiliknya Terancam Denda Rp 50 Juta!
BANJARMASINPOST.co.id.man hidayat
Surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Peternakan Tanahbumbu. Foto dirilis Selasa (13/2/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dinas Pertanian kabupaten Tanahbumbu akhirnya menyebarkan lembaran larangan ternak berkeliaran.

Surat edaran disampaikan melalui surat.

Pasalnya surat edaran tersebut disebarkan melalui kantor desa hingga rt di desa tersebut.
Larangan ternak berkeliaran tersebut menyusul banyaknya laporan warga terkait ternak masuk kompleks dan memakan tanaman di pekarangan warga.

Sejak Senin (12/2/2018) kemarin, jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan Tanbu ini langsung turun ke lapangan membagikan surat edaran tersebut. Bukan itu saja, pengumuman di musalla dan masjid-masjid pun disampaikan agar peternak tidak melepas ternaknya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion Malam Ini di SCTV : Juventus vs Tottenham, Ancaman Kane!

Baca: Pernikahan Mewah Putra Raja Tambang H Ciut : Begini Komentar Kedua Mempelai, H Yudha dan Hj Izha

Sebab , selain bisa merusak fasilitas umum juga meresahkan warga yang pekarangannya dipenuhi tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Tanbu, Setia Budi, Selasa (13/2/18) mengatakan sudah menyebarkan surat edaran tersebut.

Surat edaran tersebut sesuai dengan Perda Kabupaten Tanahbumbu bila melanggar akan dikenakan pasal 28 yang melepas ternaknya ditempat umum.

Surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Peternakan Tanahbumbu
Surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Peternakan Tanahbumbu ()


Di mana ketentuan pada surat edaran tersebut menyatakan setiap Badan Usaha yang memelihara hewan wajib membuat kandang hewan dan dilarang melepas serta membiarkan hewannya lepas sehingga berkeliaran di jalanan yang dapat merusak pemandangan dan membahayakan lalu lintas umum serta mengganggu lingkungan.

Bila masih saja, ada ketentuan pidana bagi pelanggarnya yaitu setiap orang, baik perorangan maupun badan hukum yang melanggar ketentuan peraturan daerah ini diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.

Denda tersebut akan disetorkan ke Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Semua surat edaran ini sudah kami sampaikan. Tujuannya agar peternak bisa mematuhi aturan dan tidak mengganggu masyarakat dan lingkungannya. Bila masih saja maka ada tim penertiban yang siap bergerak untuk menindaklanjuti laporan tersebut," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved