Berita Tanahlaut

Bupati Cecar Manajemen RSUD Hadji Boejasin Soal Layanan Bayi Prematur Asal Desa Batakan

Terkait tanggapan warganet di media sosial tentang bayi prematur yang terpaksa diterangibdua lampu pijar ukuran 5 watt,

Bupati Cecar Manajemen RSUD Hadji Boejasin Soal Layanan Bayi Prematur Asal Desa Batakan
via BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
(Foto: Kiriman Warga Desa Batakan) Bayi prematur di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, ini terpaksa dirawat dengan menggunakan dua bola lampu setelah disarankan dokter di RSUD Boejasin Pelaihari untuk dirawat jalan. 

Dokter memutuskan agar bayi dilakukan observasi/pengawasan kondisi di IGD, dan hal ini disampaikan ke ibu bayi.

"Dokter menanyakan cara ibu menyusui bayinya, ternyata kurang tepat. Dokter dan Bidan IGD melakukan edukasi kepada ibu cara menyusui yang benar," ujarnya.

Setelah observasi/pengawasan kurang lebih 2,5 jam di IGD, kondisi bayi stabil dan tidak ditemukan kegawat daruratan yang mengharuskan bayi perlu dirawat inap.

"Dari hasil observasi tersebut dokter kemudian menyarankan ke ibu bayi (di hadapan asisten bidan yang merujuk dan bidan IGD) agar bayi dibawa kembali kontrol ke Poli Anak Sehat pada pagi harinya. Ternyata itu tak dilaksanakan," katanya.

Samsul Bahri mengaku dari informasi diterima karyawannya, kondisi bayi prematur itu sudah mendapatkan perawatan medis diinapkan di ruang inkubator RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Fahrurazi, ayah bayi dikonfirmasi mengaku senang anaknya mendapatkan perawatan setelah sempat membiru lagi dan tidak menangis, sejak Senin (12/2/2018) malam.

"Saya diantar ambulan desa perjalanan malam hari dari Desa Batakan ke Pelaihari. Kini anak saya sudah berada di tabung inkubator," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help