Imlek 2018

Imlek atau Sincia 2018 - Selalu Ada Barongsai Setiap Perayaan Imlek, Ini Penjelasannya

Atraksi barangsoi selama Imlek atau Sincia bisa di mana saja, mulai klenteng, mal hingga di pasar.

Imlek atau Sincia 2018 - Selalu Ada Barongsai Setiap Perayaan Imlek, Ini Penjelasannya
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Siswa dan siswi SMPN 6 Banjarmasin dihibur antraksi Barongsai dan permainan wushu dari Radio Chandra Banjarmasin, Sabtu (27/2) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Imlek atau Sincia atau tahun baru China 2020 jatuh pada Jumat 16 Februari 2018.

Tiap perayaan Imlek atau Sincia, selalu ada atraksi barongsai.

Atraksi barangsoi selama Imlek atau Sincia bisa di mana saja, mulai klenteng, mal hingga di pasar.

Barongsai sendiri adalah boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga ini umumnya dimainkan oleh dua orang atau lebih.

Mengapa tiap Imlek atau Sincia selalu ada atraksi barongsai? Begini penjelasannya, seperti dikutip dari kompas.com.

"Menurut kepercayaan leluhur (China), setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kahyangan," dikutip dari buku 5.000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015.

Dari kepercayaan tersebut, maka orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

Versi lain disebutkan jika ada legenda yang berkembang di kalangan masyarakat kuno.

Makhluk jejadian bernama 'nien' (sebutannya sama dnegan nien yang berarti tahun baru), suka menyerang manusia dan anak-anak.

Konon mahluk jejadian tersebut takut akan warna merah dan bunyi yang keras sepert petasan. Maka dari itu barongsai dengan musik yang meriah menjadi alat untuk mengusir 'nien'.

Hal yang unik penyebutan barongsai sebenarnya hanya ada di Indonesia. Nama asli kesenian ini di China adalah 'Wu Shi'. Negara Barat menyebut barongsai sebagai 'lion dance'.

Nama barongsai sendiri merupakan cerminan akulturasi China di Indonesia. 'Barong' berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya. Sementara 'Sai' dalam bahasa Hokkian berarti singa.

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help