Berita Hulu Sungai Utara

Pelaku Ilegal Fishing di Babirik HSU Berani Bawa Senjata

Pelaku penyetruman ikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) saat ini semakin mengkhawatirkan.

Pelaku Ilegal Fishing di Babirik HSU Berani Bawa Senjata
net
Ilustrasi penyetruman ikan (net) 

Kepala Dinas Perikanan, Suriani mengatakan pihaknya memang memiliki beberapa program untuk mengatasi banyaknya illegal fishing. Salah satunya dengan membentuk Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwanas) yang secara berkala melakukan patroli di lingkungan masing masing.

“Saat ini terdapat 15 Pokwanas yangtersebar di beberapa kecamatan, kami juga bekerjasama dengan aparat desa menggunbakan dana desa dalam operasionalnya untuk menjaga lingkungan perairan HSU,” ujarnya.

Suriani menambahkan Kabupaten HSU memiliki kawasan perlindungan ikan yang memang dilarang untuk penyetruman, penangkapan ikan kecil dan ikan yang sedang bertelur. Seperti beberapa desa di Kecamatan Danau Panggang, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan dan BAbirik.

“Bukan hanya malam hari, saat ini para penyetrum ikan bahkan berani beroperasi pada siang hari dan kami juga terus bekerjasama dengan pihak kepolisian agar saat kelompok masyarakat melakukan patrol selalu diberi perlindungan, jangan sampai justru membahayakan masyarakat,” ungkapnya.

Suriani menambahkan peralatan setrum ikan yang digunakan juga beraliran listrik besar, dilengkapi dengan kapal bermesin yang dapat melaju dengan kencang.

“Mesin setrum ikan yang biasa mereka gunakan itu jika sampai terkena setrum manusia juga bisa meninggal, dari hasil menyetrum bahkan ada yang mengaku bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 1 juta dalam satu hari,” ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help