Kakek Tunanetra 50 Tahun Jualan Bensin

Sedih, Kakek Tunanetra Ini Kadang Ditipu Pembeli, Bahkan Jerikannya Ada yang Dibawa Pergi

Bagaimana dengan uang? Diakui Mistam, soal pembayaran maupun kembalian ia lebih mengutamakan kejujuran pembeli.

Sedih, Kakek Tunanetra Ini Kadang Ditipu Pembeli, Bahkan Jerikannya Ada yang Dibawa Pergi
banjarmasinpost.co.id/salmah
Kakek Mistam saat melayani pembeli bensin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Idealnya pekerjaan jual BBM perlu ketelitian dan kecermatan. Karena harus menakar minyak, menghitung uang pembayaran atau kembalian. Belum lagi beli BBM ke SPBU.

Namun pekerjaan yang butuh penglihatan yang jelas itu tidak jadi kendala bagi Mistam Johansyah yang notabene kedua matanya kini tidak bisa melihat.

"Urusan beli BBM ke SPBU kadang dibantu anak atau para penarik becak yang siap membantu," seloroh Mistam.

Kalau urusan menuang bensin, sesuai jumlah liter permintaan pembeli, Mistam sudah hapal mana botol isi seliter, mana jeriken isi 2 liter.

Baca: Mengharukan, Kakek Tunanetra ini Selama 50 Tahun Jual Bensin Eceran, Berharap Kejujuran Pembeli

Saat menuju sepeda motor atau mobil ia berusaha menggunakan perasaan, memasukan corong dan menuang juga dengan perasaan.

Bagaimana dengan uang? Diakui Mistam, soal pembayaran maupun kembalian ia lebih mengutamakan kejujuran pembeli.

"Ya, pernah juga ditipu. Ada pembeli bayar dengan uang Rp 2.000 tapi mengatakan ke saya itu lembaran Rp 20 ribu atau bahkan ada yang bilang Rp 50 ribu," ungkapnya.

Pernah pula ada yang beli bensin sekalian pinjam jeriken. Mistam percaya saja, walaupun akhirnya jeriken itu tak dikembalikan.

"Jeriken berisi bensin dibawa. Tak tahunya orangnya tidak kembali lagi. Jeriken pun lenyap," tukasnya

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help