Berita Tanahbumbu

Tarif Parkir Berlangganan di Tanbu Batal Diterapkan, Ini Alasan Kadishub

mpat bulan lebih sudah parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahbumbu melalui Dinas perhubungan diberlakukan.

Tarif Parkir Berlangganan di Tanbu Batal Diterapkan, Ini Alasan Kadishub
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
(Ilustrasi) Jajaran Satlantas Polres Tanbu melakukan razia penertiban pengguna jalan di Batulicin, Tanbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Empat bulan lebih sudah parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahbumbu melalui Dinas perhubungan diberlakukan.

Namun, selama itu pula tidak ada kejelasan hingga akhirnya parkir berlangganan dinyatakan gagal diterapkan.

Dinas Perhubungan Tanahbumbu memastikan tarif berlangganan yang seharusnya berjalan sejak Oktober 2017 lalu gagal berjalan.

Bahkan kabarnya, perkir langganan tidak akan lagi diterapkan di Kabupaten Tanahbumbu.

Baca: Hiii, Ada di Indonesia! Awan Cantik Ini Viral di Dunia Maya, Siapa Sangka Ternyata Sangat Berbahaya!

Baca: Zaskia Gotik Tepis Soal Tarif Ratusan Juta Raja Tambang H Ciut, Rina Gunawan Ungkapkan Ini

Baca: Pernikahan Mewah Putra Raja Tambang H Ciut : Begini Komentar Kedua Mempelai, H Yudha dan Hj Izha

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion Malam Ini di SCTV : Juventus vs Tottenham, Ancaman Kane!

Hal ini tidak dibantah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahbumbu, Eryanto Rais, Selasa (13/2/18).

Dia mengatakan parkir berlangganan yang rencananya penarikan melalui Samsat Batulicin tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Belum diketahui persis penyebab pastinya, Eryanto Rais tidak menjawab gagalnya pelaksanaan tarif berlangganan di Tanahbumbu.

Pasalnya, tidak ada persetujuan penarikan tarif langganan dari pihak provinsi kalsel melalui Samsat Batulicin.

"Tarif berlangganan gagal kami laksanakan. Untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan ke UPPD Samsat Batulicin," katanya.

Dia mengaku sudah berupaya untuk menjalankannya, namun rencana pelaksanaan Perda No 6 tahun 2017 itu tidak bisa jalan.

Sehingga pelaksaan tarif berlangganan batal dilaksanakan pemerintah daerah padahal bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dikatakannya, rencana awal pelaksanaan, tarif parkir berlangganan ditarif pertahun dengan biaya sepeda motor Rp 100.000 per tahun, mobil Rp 200.000 pertahun dan truk sekitar Rp 250.000 pertahun.

Namun rencana tersebut tidak bisa dijalankan alias gagal.

"Sebab itu kami sedang merencanakan untuk merubahbanyak ke sistem berbeda dengan tetap mengelolan perparkiran di wilayah Tanbu," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help