Home »

Kolom

» Tajuk

Waspada Perusak Anak Bangsa

Selain ratusan kilogram sabu, polisi juga menyita ribuan butir ekstasi dari sebuah gudang Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya Kelurahan Dadap

Waspada Perusak Anak Bangsa
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

INDONESIA seperti memang menjadi target pemasaran narkotika dan obat terlarang (narkoba). Belum dingin berita ditangkapnya satu ton lebih sabu oleh kapal Kapal Patroli KRI Siguro-864 di selat Philip, Kepulauan Riau, di saat bersamaan kepolisian juga mengamankan 240 kilogram sabu.

Selain ratusan kilogram sabu, polisi juga menyita ribuan butir ekstasi dari sebuah gudang Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang. 8 Februari 2018 lalu.

Bayangkan kalau sabu seberat satu ton lebih dan ribuan butir ekstasi itu sempat beredar dan dikonsumsi warga negeri ini, apa yang akan menimpa Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan?

Pengungkapan upaya penyeludupan sabu tersebut bisa dikatakan yang paling besar saat ini. Namun diharapkan tidak menyurutkan dan menghentikan langkah aparat keamanan, baik TNI maupun Polri serta Badan Narkotika Nasional (BNN), mengungkap lebih dalam lagi.

Fenomena ‘gunung es’ tetap berlaku bagi peredaran narkoba di Indonesia, yaitu apa yang terungkap hanya sebagian kecil dari yang terjadi sesungguhnya. Termasuk peredaran narkoba kelas ‘ecek-ecek’ berupa psikotropika golongan I dan II.

Untuk narkoba ‘ecek-ecek’ ini, sudah menjadi pemberitaan rutin bagi media di Kalimantan Selatan. Dan seperti tidak pernah ada habisnya, selalu ada pelaku maupun pengguna yang ditangkap karena memiliki benda haram tersebut.

Penangkap satu kontiner psikotropika yang masuk lewat Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu, turut mengungkapkan bagaimana jalur peredaran narkoba ‘ecek-ecek’ tersebut hingga bisa beredar di Kalimantan Selatan.

Keberhasilan menggagalkan peredaran psikotropika tersebut, sekaligus menyentakan warga Banua kalau peredarannya sudah mengakar hingga ke pelosok, dan upaya pemberantasannya harus dilakukan secara serentak oleh semua pihak.

Yang tak kalah penting, aksi perang terhadap para pengedar narkoba itu akan makin efektif kalau para petugas-petugas nakal yang terlibat bisa segera turut diberangus. Keberadaan mereka turut menjadi musuh dalam selimut perang terhadap narkoba.

Mereka bisa dikategorikan sebagai pelaku-pelaku yang memperlancar peredaran narkoba yang harus dihukum tegas. Malah, mereka lah yang layak disebut sebagai ‘penghianat negara’ lantaran telah turut merusak generasi bangsa.

Para penkhianat itu harus juga dieksekusi karena ikut membunuh anak bangsa, padahal di tangan mereka lah sebenarnya tugas memberantas narkoba tapi telah disalahgunakan untuk mengeruk keuntungan bagi mempertebal kantong masing-masing.

Bagi para orangtua, sebagai sosok yang berhubungan langsung dengan anak-anak bangsa, sudah saatnya mengakrabi buah hati mereka agar bisa mengetahui perubahan kecil yang terjadi pada anak-anak mereka.

Harapannya, saat mengetahui perubahan tersebut sudah mengarah ke hal yang negatif, orangtua bisa segera melakukan tindakan atau berkoordinasi dengan pihak berwenang seperti guru, psikolog, atau polisi, agar buah hati mereka bisa lepas dari jerat narkoba. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help