BanjarmasinPost/

Kriminalitas Tanahlaut

Sempat Bikin Resah! Pedofil 5 Anak Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Juta

Menurut Stirman Eka Priya Samudera, tuntutan enam bulan penjara dan denda Rp 10 juta itu sudah sesuai dengan rencana tuntutan.

Sempat Bikin Resah! Pedofil 5 Anak Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Juta
Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid
Humas Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Terdakwa kasus persetubuhan terhadap korban anak dituntut hukuman penjara enam tahun dan membayar denda Rp 10 juta dengan subsider enam bulan penjara.

Itu dikatakan Humas Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/2/2018).

Menurut Stirman Eka Priya Samudera, tuntutan enam bulan penjara dan denda Rp 10 juta itu sudah sesuai dengan rencana tuntutan.

Tuntutan pun sudah dibacakan dan disampaikan jaksa penuntut umum di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

"Terdakwa juga menyampaikan permohonan kepada majelis hakim. Namanya terdakwa tentu saja ingin dibebaskan dari segala tuntutan hukum," katanya.

Baca: Link Live Streaming Indosiar Bali United vs Sriwijaya FC Leg 2 Piala Presiden 2018 : Peringatan WCP!

Informasi dihimpun, sidang lanjutam kasus pencabulan itu dipimpin ketua majelis hakim Leo Mampe Hasugian dan dua hakim anggota, Amelia Sukmasari dan Riana Kusumawati.

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Pipit Susriana yang membacakan tuntutan bagi terdakwa sebagai pelaku pencabulan anak.

Itu karena terdakwa melanggar pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Tuntutan itu dipertimbangkan jaksa karena terdakwa, Muhammad Rachmad Achmad Fabanyo (20) melakukan pencabulan terhadap lima anak hingga korban mengalami trauma.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Leg 2 Semifinal Piala Presiden Malam Ini Bali United vs Sriwijaya FC

Ulah penghuni Kompleks Taman Asri Blok H RT 17 Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari ini, dinilai jaksa penuntut umum sangat meresahkan masyarakat dan warga di sekitar tempat tinggal terdakwa, sebelum dijemput polisi pada awal Oktober 2017 lalu.

Penasihat hukum terdakwa Hj Sunarti dikonfirmasi membenarkan bahwa kliennya dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider enam bulan penjara jika tak membayar denda.

Sunarti membenarkan dalam sidang agenda mendengar pembacaan tuntutan jaksa itu, klien langsung menyampaikan permohonan keringanan kepada majelis hakim secara lisan.

"Saya sebagai penasihat hukum terdakwa jelas mengamini permohonan terdakwa bahwa pasca peristiwa itu muncul rasa penyesalan, bersedia mengubah perilaku dan sebagai tulang punggung kedua orangtuanya," ujar Sunarti. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help