BanjarmasinPost/

Seputar Kalteng

Tujuh Organisasi Perlindungan Satwa Desak Polisi Perketat Penjualan Senapan Angin

Sebanyak Tujuh organsisasi perlindungan satwa liar mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk memperketat pengawasan peredaran

Tujuh Organisasi Perlindungan Satwa Desak Polisi Perketat Penjualan Senapan Angin
Tribun Kalteng/Jumadi
Orangutan di yayasan BOS Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak Tujuh organsisasi perlindungan satwa liar mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk memperketat pengawasan peredaran dan penggunaan senapan angin yang secara umum menyalahi aturan jika merujuk Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2012 .

Karena, senapan angin hanya boleh digunakan untuk kegiatan olahraga menembak sasaran dan dilokasi yang sudah ada izinnya. Kepemilikan senapan angin harus ada izin dari Polda setempat dengan beberapa persyaratan.

Selain Centre for Orangutan Protection, berikut ini organisasi-organisasi yang turut serta dalam kampanye ini, yakni Animals Indonesia, Borneo Orangutan Survival Foundation, Orangutan Information Centre, Jakarta Animal Aid Network, Yayasan Jejak Pulang, Sumatra Orangutan, Conservation Program dan Orangutan Land Trust.

Baca: LIVE STREAMING Johor Darul Takzim (JDT) vs Persija Malam Ini - Link Live Streaming RCTI di Sini

Baca: Hasil Babak Pertama Bali United Vs Sriwijaya FC - Skor 0-0, Panas Sejak Menit Awal

CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite, Rabu (14/2/2018) mengungkapkan, penyalahgunaan senjata senapan angin sudah semakin brutal dan tidak terkendali.

"Setidaknya 40 orangutan dan satwa lainnya yang tidak terhitung menjadi korban di Kalimantan dan Sumatra," ujarnya.

Meskipun sudah ada Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2012 namun karena lemahnya kontrol maka penyalahgunaannya terus menyebabkan korban terus berjatuhan, termasuk satwa liar langka dan dilindungi di kawasan konservasi.

"Kami dari yayasan BOS malah mengharapkan, produksi senjata senapan angin ini selayaknya dihentikan saja dan penggunaanya dilarang, karena hanya digunakan untuk berburu binarang yang saat ini mulai punah, dan binatang yang ada pun bisa punah jika terus diburu,"ujarnya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help