Saraba Kawa

Wisata Tanjung Puri Indah Dibuat Lebih Hijau, Bupati Turun Langsung Ikut Tanam Pohon

Obyek wisata Tanjung Puri Indah di Desa Kasiau kecamatan Murung Pudak, Tabalong, akan terus dibenahi.

Wisata Tanjung Puri Indah Dibuat Lebih Hijau, Bupati Turun Langsung Ikut Tanam Pohon
Istimewa/Diskominfo
Penanaman pohon juga dilakukan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Obyek wisata Tanjung Puri Indah di Desa Kasiau kecamatan Murung Pudak, Tabalong, akan terus dibenahi.

Tujuannya agar obyek wisata yang dilengkapi bumi perkemahan dan danau ini semakin menarik.

Keinginan untuk terus melakukan pembenahan disampaikan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, Selasa (13/2/2018).

Bupati menyampaikannya saat membuka secara resmi Kemah Wisata di Tanjung Puri Indah.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yang diikuti pelajar SD, SMP serta karang taruna dan kelompok sadar wisata yanga adadi Desa Kasiau, Tanjung.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menyampaikan arahan saat membuka kegiatan kemah wisata
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menyampaikan arahan saat membuka kegiatan kemah wisata (istimewa/Diskominfo)

Kepala Disporapar Tabalong, Zain Ramali, mengatakan, dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan bersih-bersih dan penanamsn pohon penghijauan.

"Pohon yang ditanam ada beberapa jenis buah lokal diantaranya kemundai, pitanak," katanya.

Tujuannya, agar Tanjung Puri semakin hijau dan bisa menjadi tujuan wisata untuk berlibur bersama keluarga,"tambahya

Terpisah, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, dalam sambutannya mengatakan, untuk memajukan wisata yang ada di Tabalong, khususnya objek wisata Tanjung Puri Indah maka nantinya akan dibenahi agar semakin lebih indah.

Untuk memajukan tempat wisata di Tabalong kita harus mempelajari strata pengelompokan, pada dasarnya kebutuhan itu bisa dikelompokkan menjadi tiga. Yaitu kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Primer itu, makan minum, sandang, pangan, papan dan lainnya. Setelah itu terpenuhi lalu ada kebutuhan sekunder yang diantaranya membeli handpone mulai yang biasa lalu ke gedget. Setelah itu, lalu kebutuhan tersier, mau berlibur dan berwisata.

"Tapi bagi orang kelompok menengah keatas, pariwisata ini sudah kebutuhan kedua, bahkan untuk kalangan atas sudah masuk kebutuhan primer. Lima hari bekerja, dua hari liburan," katanya.

Peserta kemah wisata bersama-sama menanam pohon di lokasi Wisata Tanjung Puri
Peserta kemah wisata bersama-sama menanam pohon di lokasi Wisata Tanjung Puri Indah (istimewa/Diskominfo)

Menurut bupati, kalau ingin mengembangkan Tanjung Puri Indah ini berati yang harus ditonjolkan adalah daya tarik alamnya.

"Kita tidak ada kemunduran terhadap wisata ini, kenapa orang tidak datang lagi kesini karena terjadi perubahan, bukan lagi tersier tapi sudah sekunder. Sehingga kalau kondisinya sama dengan tahun 2000 orang tidak akan datang ke sini. Tahun 2000 lalu yang penting orang ada jual makanan, semuanya ke sini. Kenapa harus ke sini kalau di Tanjung ada sudah ada," jelasnya. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help