Misteri Kota Sebelimbingan

Berikut Saksi Hidup Kejayaan Rumah Sakit Belanda di Kota 'Hilang' Sebelimbingan

Anak dari Wagimin Niti ini seorang perawat/mantri yang pada masa kolonial Belanda bekerja di rumah sakit

Berikut Saksi Hidup Kejayaan Rumah Sakit Belanda di Kota 'Hilang' Sebelimbingan
dokumen
Bangunan megah berdiri di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru sewaktu zaman penjajahan Belanda. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dia adalah Sujinah, perempuan yang akrab disapa 'Mbah Mantri' ini lahir di Sebelimbingan pada 83 tahun lalu.

Anak dari Wagimin Niti ini seorang perawat/mantri yang pada masa kolonial Belanda bekerja di rumah sakit Sebelimbingan. Sejak kecil Sujinah sering dibawa sang ayah bekerja di rumah sakit tersebut.

Di sebelah kanan masuk pekarangan rumah sakit, terdapat kuburan belanda. Sedangkan di halaman depat terdapat beberapa pohon buahan.

Baca: Menguak Misteri Kota Sebelimbingan di Kotabaru, Pernah Jaya dan Maju di Zaman Belanda

Makam peninggalan Belanda di Desa Sebelimbingan, Kotabaru.
Makam peninggalan Belanda di Desa Sebelimbingan, Kotabaru. (net)

Sujinah adalah saksi hidup dimasa itu. Ketika itu, Sujianah berumur 10 tahun. Ketika belanda harus mundur karena masuknya jepang, seluruh pegawai rumah sakit dimasa kolonial diberhentikan.

Mulai pegawai dokter dari pihak belanda pun harus ditarik mundur karena peralihan kekuasaan. Tidak kecuali Wagimin Niti, ayah Sujinah.

Baca: BREAKING NEWS - Tugboat Tenggelam di Tanahlaut, Kondisi 10 Orang ABK Belum Jelas

Hingga pada masa setelah kemerdekaan, rumah sakit Sebelimbingan masih eksis dan berfungsi.

Sujinah kala itu menikah dengan seorang lelaki bernama Kasmuri, yang juga seorang seorang mantri di rumah sakit itu.

Baca: Setelah Uang Saweran Penuh Beberpa Kardus, Rita Sugiarto Lakukan Perbuatan Ini

Kasmuri bertugas sebagai penjaga pasien penyakit jiwa yang hampir sembuh untuk diberdayakan tenaganya menanam sayur-sayuran untuk memasok kebutuhan di rumah sakit.

Hingga akhirnya pada 1950an rumah sakut Sebelimbingamn diserbu dan dihancurkan oleh gerombolan pemberontak yang tidak puas dengan pemerintahan yang ada pada waktu itu. (*)

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved