Berita Banjarbaru

Buat Anak Jaman Now! Berani Coba Baca Tulisan Arab Melayu di Sini

Berbeda dengan jaman sekarang, pemuda dahulu lebih banyak mengungkapkan perasaannya melalui syair dan kisah-kisah.

Buat Anak Jaman Now! Berani Coba Baca Tulisan Arab Melayu di Sini
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Petugas membacakan tulisan arab melayu kepada siswa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tahukah tulisan pertama yang ditemukan di Kalsel.  Kepala museum lambung Mangkurat Banjarbaru, Ikhlas Budi Prayogo mengatakan, tulisan asli masyarakat Banjar pada jaman dahulu adalah tulisan Arab Melayu.

Berbeda dengan jaman sekarang, pemuda dahulu lebih banyak mengungkapkan perasaannya melalui syair dan kisah-kisah.

Namun tidak dituliskan dalam bahasa Indonesia ataupun dalam bahasa Banjar, tapi dalam bahasa Arab Melayu.

Hal itu diperoleh dari temuan-temuan syair dan kisah anonimous yang didapatkan Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Seiring dengan berkembangnya waktu tulisan Arab Melayu mulai luntur. Hingga kini pemuda Banjar sudah meninggalkan bahasa Arab Melayu.

Baca: Detik-detik Penangkapan, Roro Fitria Sempat Ucap Itu Cara Allah Menguji Keimanan

Padahal jelas Ikhlas dahulu, di tahun 80an di mata pelajaran Bahasa Indonesia, pelajaran Arab Melayu masih disisipkan. Berbeda dengan kini.

Oleh karena itu untuk mengenalkan kebudayaan dan perjalan kesusastraan Banjar saat rombongan pelajar dan mahasiswa datang ke museum, mereka kerap disodorkan bahkan ditantang untuk mencoba membaca tulisan Arab Melayu.

Baca: Setelah Uang Saweran Penuh Beberpa Kardus, Rita Sugiarto Lakukan Perbuatan Ini

Baca: Kumpulan Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2018 dalam Bahasa Mandarin dan Indonesia

"Padahal seharusnya kalau memang orang suku Banjar asli harus bisa membaca Arab Melayu," ujarnya.

Sayangnya, tambah Ikhlas kebanyakan pengunjung yang mencoba membaca tulisan Arab Melayu lebih banyak yang tak bisa membaca.

"Sedihnya seperti itu generasi sekarang sudah tak bisa membaca tulisan Arab Melayu," tambahnya.

Selain syair, bukti bahwa masyarakat Kalsel pada jaman dahulu menggunakan tulisan Arab Melayu adalah kitab Inilah yang berbahasa Arab Melayu.

"Bahkan di sini juga ada koleksi kota yaitu kitab Injil yang dibawa oleh penjajah yang bertuliskan tulisan Arab Melayu," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved