Berita Banjarmasin

Mau Periksa Payudara Gratis? Perhatikan Jadwal dan Tempatnya

pemeriksaan kanker serviks dan payudara gratis mulai hari ini Kamis (15//2) dan waktu-waktu ini

Mau Periksa Payudara Gratis? Perhatikan Jadwal dan Tempatnya
edi nugroho
PENYULUHAN kanker pada anak dan perempuan, di kantorYayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalsel, Rabu (14/2/17) lalu di Jl Darma Praja Raya No 55, Banjarmasin lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BAGI masyarakat yang ingin mendeteksi sejak dini nya makin meningkat dengan kesadaran terhadap penyakit kanker, bisa datang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalsel, di Jalan Darma Praja Raya No 55, Banjarmasin mulai hari ini.

Evi Nurmina, ketua panitia Penyuluhan kanker pada anak dan perempuan YKI Kalsel, Jumat (15//2/18), YKI Kalsel menggelar pemeriksaan kanker serviks dan payudara gratis mulai hari ini Kamis (15//2), Jumat (16/2) dan dilanjutkan Senin (19/2) dan Selasa (20/2).

Jadi ada empat hari untuk pemeriksaan kanker serviks dan payudara secara gratis di kantor YKI.

"Jangan lewatkan kesempatan ini. Gratis lho. Jika periksa hari biasa Rp60 ribu dan periksa di dokter sekitar Rp200 ribu. Kali ini gratis," katanya.

Evi menambahkan menambahkan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan payudara. ini diutamkan bagi perempuan yang sudah menikah.

Setiap hari ada puluhan ibu-ibu yang memeriksakan sejak dini deteksokanker serviks dan payudara ke kantor YKI Kalsel. Artinya, kesadaran masyarakat Kalsel soal pemeriksaan dua jenis kanker ini cukup tinggi.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kanti kunci di YKI itu, kanker itu bisa diobati jika dideteksi pada stadium awal dan bisa diobati dengan cepat dan tepat," katanya.

Diakui Evi, kadang masyarakat tahu gejala kanker sejak dini, namun mereka mengobatinya ke orang pintar dan bukan ke kantor YKI atau dokter.

Sebelumnya, dr Yurni pengurus YKI pusat yang hadir dalam acara penyuluhan kanker pada anak dan perempuan tersebut berpesan bagi warga yang mengkonsusmsi suplemen untuk mendukung pengobatan kanker harus paralelel dengan mengkonsumsi obat medis.

"Bisa saja mengkonsumsi suplemen dan obat alternatif sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah kesehatan," katanya.

Suplemen, sambun Yurni, sifatnya tidak mengobati, namun mencegah dan memberikan perawatan kesehatan. Pengobatan kanker serviks dan payudara itu tetap medis karena bisa dipertanggungjawabkan.

"Pada 2017 lalu, ada sebanyak 1.800 warga yang meriksakan kanker serviks dan payudara ke kantor YKI Kalsel. Untuk tahun ini sebanyak 10 warga dinyatakan positif mengidap penyakit kanker setelah diperiksa secara medis," katanya. (ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help