Bisnis Hotel

Nah Ada Apa? Kok PHRI dan Dinas Pariwisata Data Hotel Online di Banjarmasin

"Yaa kita akan bekerja dengan PHRI Kalsel sebagai mitra kita untuk mendata keberadaan hotel online"

Nah Ada Apa? Kok PHRI dan Dinas Pariwisata Data Hotel Online di Banjarmasin
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Dodot Wahyudi . 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin akan bekerjasama dengan perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalsel untuk melakukan pendataan hotel online atau rumah pribadi yang disulap menjadi hotel dan dipasarkan sistem online.

"Yaa kita akan bekerja dengan PHRI Kalsel sebagai mitra kita untuk mendata keberadaan hotel online di Banjarmasin," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Drs Muhammad Ikhsan Alhaq Msi, Kamis (15/2/18).

Baca: BREAKING NEWS - Tugboat Tenggelam di Tanahlaut, Kondisi 10 Orang ABK Belum Jelas

Baca: Setelah Uang Saweran Penuh Beberpa Kardus, Rita Sugiarto Lakukan Perbuatan Ini

Baca: VIDEO VIRAL - Anak Balita Dibiarkan Tergeletak Lemas di Lantai Minimarket yang Dingin, Teganya!

Menurut Iksan, saat ini juga banyak quest houese dan hotel-hotel berdiri namun belum menjadi anggota PHRI. Diberitakan sebelumnya, muncullnya hotel-hotel online di kawasan Kayu Tangi Banjarmasin, mulau disoroti perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalsel. PHRI menilai keberadaan hotel-hotel online ini berdampak ke tingkat hunian hotel-hotel di kota ini.

"Iya keberaadaan hotel online cukup meresahkan anggota PHRI. Kami melihat sejumlah hotel online itu berada di kawasan Kayu Tangi Banjarmasin. Jumlahnya hingga puluhan. Secara tidak langsung hotel-hotel online ini juga menurunkan tingkat hunian hotel," kata Ir Dodot Wahyuddin, Ketua PHRI Kalsel.

Menurut Dodot, rumah-rumah penduduk yang dijadikan hotel online tersebut saat ini yang terdata di PHRI hingga puluhan unit. Mereka menerima tamu dan menyewakan kamar tanpa mendapatkaan izin dari Pemko dan tidak membayar pajak.

"Hotel-hotel online ini tergabung dalam sebuah websiste dan mempunyai jaringan di sejumlah kota," kata Dodot.

Keberadaan hotel-hotel online ini, sambung Dodot, diharapkan disikapi oleh Pemko Banjarmasin. Sebab, keberadaan hotel-hotel online itu tak memberikan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banjarmasin.

"Rumah-rumah yang dijadikan hotel online ini diharapkan mendapatkan sikap yang sama dari Pemko Banjarmsin seperti hotel-hotel yan tergabung di PHRI, yakni yang taat membayar pajak dan mengurus semua perizinan," katanya. (ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved