Berita Kabupaten Banjar

Waduh, Angka Putus Sekolah di Kabupaten Banjar Masih Tinggi, Begini Langkah Disdik

Angka siswa putus sekolah di Kabupaten Banjar menjadi penyebab target Angka Partisipasi Murni (APM) masih

Waduh, Angka Putus Sekolah di Kabupaten Banjar Masih Tinggi, Begini Langkah Disdik
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
(Ilustrasi) Bupati Banjar, KH Khalilurahman, melepas ribuan santri yang mengikuti ziarah makam Pendiri Ponpes Darussalam bersepeda. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Angka siswa putus sekolah di Kabupaten Banjar menjadi penyebab target Angka Partisipasi Murni (APM) masih di bawah target.

Selain karena menikah dan membantu orang tua bekerja, faktor yang sangat berpengaruh yakni banyaknya siswa yang melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren ataupun madrasah diniyah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar HG Ruspan Noor menjelaskan, salah satu penyebab masih belum tercapainya target APM karena banyaknya siswa lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP atau MTsN.

Siswa SD di desa-desa itu, melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren ataupun Madrasah Diniyah sehingga mereka tidak terdata.

"Itu sebabnya mereka kemudian dianggap putus sekolah. Data BPS menyebutkan, 34 persen siswa putus sekolah ini adalah siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah madrasah diniyah atau pondok pesantren," katanya.

Terkait itulah, Disdik Banjar sejak tahun lalu memprogramkan kerjasama membuat kesepakatan MoU dengan pondok pesantren dan madrasah diniyah untuk melaksanakan kejar paket A, B dan C.

Tahun lalu, sudah ada dibuat kesepakatan program kesetaraan kejar paket dengan 25 pondok pesantren dan madrssah diniyah.

"Tahun ini kita lanjutkan lagi MoU dengan 45 lembaga pondok pesantren dan madrasah diniyah," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/hari widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved