Kriminalitas Kotabaru

Ervan Minta Jangan Ada Lagi Kekerasan Terhadap Aktivis di Kotabaru

Pembacokan wakil ketua umum KONI Kotabaru Usman Pahero, yang juga aktivis di lembaga sosial masyarakat (LSM)

Ervan Minta Jangan Ada Lagi Kekerasan Terhadap Aktivis di Kotabaru
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Korban pembacokan orang tidak dikenal, saat mendapat perawatan di RS Kotabaru sebelum dirujuk ke RS Banjarmasin. Anggota DPR RI Sjachrani Mataja yang juga mantan Bupati Kotabaru menjenguk korban, Jumat (16/2/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pembacokan wakil ketua umum KONI Kotabaru Usman Pahero, yang juga aktivis di lembaga sosial masyarakat (LSM) Komite Aksi Penyelamat Ketabaru (Kapak) oleh orang misterius, menuai banyak kecaman dari beberapa kalangan.

Mohamad Ervan di antaranya, sebagai rekan sesama aktivis sangat menyesalkan kekerasaan yang menimpa Usman Pahero, rekannya.

Menururut Ervan, sebagai aktivis selama ini mereka melakukan kritik dengan cara-cara membangun. Bukan dengan cara kekerasan.

Baca: Sempat Kritis, Warga Sungai Pinang yang Jadi Korban Pembacokan Ini Berangsur Pulih

"Karena tipikal kami ini tipikal orang yang berdebat," kata Ervan, Jumat (16/2/2018).

Ketika ada persoalan yang mereka suarakan bukan persoalan kekerasan atau anarkis, tapi persoalan argumentasi, kajian dan legalitas.

Baca: Kronologi Penangkapan 3 Anak dan Menantu Pedangdut Elvy Sukaesih, Awalnya Info dari Ini

"Itu yang selama ini kami suarakan," jelas Ervan.

Ditambahkannya, Usman Pehero tidak saja dikenal sebagai aktivis. Tetapi juga seorang pendidik D3 yang mengajar pendidikan agama di perguruan tinggi STIT, Poltek dan STIKIP.

"Jadi orang seperti ini suaranya itu harus didengar terus. Harus dilanjutkan oleh kawan-kawan seperjuangan," kata Ervan.

Baca: Ipar Dhawiya atau Menantu Ratu Dangdut Elvy Sukaesih yang Tertangkap Ternyata Hamil 6 Bulan

Terlepas dari berspekulasi motif getolnya bersangkutan menyuarakan tolak tambang, persoalan ijazah dan persoalan korupsi yang lainnya.

Ervan juga berharap, agar Kotabaru kondusif dan kritik demokrasi dan membangun tetap berjalan, tindakan-tindakan kekerasan harus diselesaikan oleh aparat penegak hukum.

"Karena sudah menjadi ranah penegak hukum, tentunya kami mengharapkan pelaku ditangkap dengan segera," harapnya. (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help