Home »

Kolom

» Tajuk

Jerat Narkoba Artis

Belum hilang rasa terkejut masyarakat, kembali publik disuguhkan tertangkapnya artis yang diduga menyimpan dan mengonsumsi narkoba

Jerat Narkoba Artis
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

SEPEKAN lalu, publik dikejutkan dengan temuan 1,2 ton psikotropika jenis sabu yang dibawa dalam kapal dari Taiwan. Perhatian masyarakat langsung tertuju pada kasus tersebut. Mereka coba menghitung mulai dari nilai nominal sabu tersebut, potensi kerusakan hingga dugaan jaringan sabu di Indonesia.

Belum hilang rasa terkejut masyarakat, kembali publik disuguhkan tertangkapnya artis yang diduga menyimpan dan mengonsumsi narkoba. Tertangkapnya Fachri Albar, dan disusul kemudian Roro Fitria, menambah panjang deretan pesohor di negeri ini yang tersandung kasus narkoba.

Rasanya bakal terlalu panjang bila nama-nama artis mulai dari yang senior seperti Roy Marten hingga terakhir Roro Fitria dituliskan, karena sudah terlalu banyak yang terlibat. Tapi pastinya, ketika artis yang terlibat narkoba, jelas ekspose terhadap mereka bakal lebih menarik perhatian publik, karena posisi dan sosok mereka yang seringkali tampil di media dan layar kaca.

Narkoba bukan saja melibatkan kalangan artis, tapi sudah masuk ke semua profesi dan semua kalangan, bahkan termasuk penegak hukum. Namun sorotan masyarakat terhadap pesohor diakui atau tidak, pasti berbeda.

Berbagai alasan mengemuka sebagai dalih artis mengonsumsi narkoba. Mulai dari salah pergaulan ataupun alasan lain terkait pekerjaan mereka sehari-hari, seperti tingkat stres yang tinggi, menambah kebugaran atau stamina agar selalu fit saat syuting dan membangkitkan kreatifitas.

Dengan kondisi kerja yang sedemikian, iming-iming narkoba pastilah menggoda. Tapi apakah untuk semua itu narkobalah jawabannya? Tentu saja tidak. Masih banyak cara dan jalan lain menghindari stres dan menjaga kondisi badan. Sebagai publik figur, mereka juga mesti menyadari bahwa segala tindak-tanduknya bakal diikuti oleh penggemarnya.

Lembaga atau persatuan profesi artis juga mesti lebih aktif. Rasanya bukan lagi rahasia umum bahwa ada sejumlah artis yang diketahui oleh orang-orang sekitarnya terlibat narkoba. Dalam kasus semacam ini, tak ada salahnya organisasi profesi memberi ‘warning’ pada anggotanya. Lembaga profesi juga mesti bisa memberi solusi atas berbagai ‘beban’ ekstra artis. Kecuali bila artis memang sengaja mencari duit sebanyak-banyaknya agar bisa mengonsumsi narkoba sekehendak hatinya, atau berpura-pura sebagai artis untuk menjadi pengedar, jelas tak ada hubungannya dengan stres ataupun kreatifitas.

Tak kalah penting juga, kesempatan rehabilitasi yang dibuka oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) harus menjadi pintu keluar untuk lepas dari jeratan narkoba. Sebelum terlambat dan harus mendekam di balik jeruji besi, pilihan rehabilitasi menjadi secercah harapan bagi pecandu di tengah berbagai kesibukan pementasan dan kontrak yang harus dipenuhi.

Daftar sudah ada di tangan-tangan BNN, yang mengklaim bahwa mereka memiliki sederet daftar artis yang diduga terlibat jaringan atau mengonsumsi narkoba. Ditunggu saja aksi polisi menjerat publik figur tersebut, utamanya bagi para pengedar. Tapi masyarakat juga mesti ingat, bahwa masih banyak artis yang bersih dari narkoba, dan tak ada salahnya penggemar juga mengingatkan artis pujaannya untuk menjauhi narkoba. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help