Menguak Warisan Pengawal Soekarno

Aneh! Kepala Tiba-tiba Pusing dan Mau Muntah saat Lihat 700 Koleksi Pengawal Presiden Soekarno

"Iya benda-benda pusaka ini warisan sang ayah, alm H Basirudin yang juga pernah menjadi pengawal Presiden"

Aneh! Kepala Tiba-tiba Pusing dan Mau Muntah saat Lihat 700 Koleksi Pengawal Presiden Soekarno
edi nugroho
Syarifuddin Noor dan benda warisan orangtuanya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SIAPA sangka di rumah tua di kawasan Jalan Teluk Kelayan, Kota Banjarmasin, Kalsel atau tepatnya di pinggir Sungai Martapura, ada sebanyak 700 lebih benda pusaka peninggalan era Presiden Pertama Republik Indonesia.

Mulai tombak China, keris, mandau, gong tua dan berbagai perabot rumah zaman dulu.

"Iya benda-benda pusaka ini warisan sang ayah, alm H Basirudin, seorang pedagang yang juga pernah menjadi pengawal Presiden pertama RI Ir Soekarno. Ayah dulu juga tentara dan sekaligus pembuat benda pusaka," kata ahli waris ratusan benda pusaka, Syarifuddin Noor, Minggu (28//2/18).

Baca: Rumah Mewah Berlapis Emas Roro Fitria Ternyata Bertetangga dengan Kandang Ayam dan Bedengan

Begitu masuk ke rumah tua dan mengisi buku tamu, kemudian berdiskusi dengan Syarifuddin Noor tersebut, BPost Online dipandu masuk ke sebuah gudang senjata tua yang dikunci dengan dua gembok besar.

BPost online yang sudah berada di depan pintu gudang pusaka tua ini sempat pusing dan badan berputar dan mau muntah.

Baca: Dasar Konyol! Pesawat Ini Terpaksa Mendarat Darurat Gara-gara Penumpang Kentut Terus Menerus

"Ayo masuk, ngga papa Insya Allah dirimu. Banyak tamu yang datang ke rumah tua dan melihat benda ini dengan perilaku tidak sopan. Akibatnya, banyak kejadian tak masuk akal," kata Syarifuddin tersenyum.

Syarifuddin mengharapkan semua tamu yang ingin melihat benda-benda pusaka tua ini diharapkan berperilaku sopan.

Baca: Juarai Piala Presiden 2018, Marko Simic: Rasanya Seperti Juara Piala Dunia

Sebab benda-benda pusaka ini peninggalan di zaman era 60-an, yang kadang bisa dipercaya atau tidak memunculkan aura supranatural yang tidak semua orang mampu menghadapinya. (ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved